Cerita Perjalanan ke Pulau Rambut dan Pulau Untung Jawa

Jumat, 13 juni 2003

Hari cerah dan panas sangat menyengat di sekitar kampus UI. setelah nyerahin laporan buat seminar hari senin, Saya harus daftar ulang buat ikutan materi lapangan PDLH KAPA FTUI. walaupun udah izin untuk telat sama Indo, Saya merasa tidak enak juga sama panitia dan peserta lainnya, karena baru bisa dateng ke Sekret jam tiga sore.

Dekat tangga menuju sekret Saya melihat seorang lelaki separuh baya, yang ngakunya bakal jadi pemandu buat ke P. rambut, trus katanya lagi dia adalah petugas dari BKSDA yang katanya alumni IPB.

Jam 3 sore, peserta dari luar anggota KAPA yang cuma tiga orang diajak ke atas untuk (katanya bakal ada) briefing. tapi setelah di atas, ternyata Saya cuman kenalan doang sama Kaops dan peserta lainnya, setelah itu, nonton TV sampe jam setengah empat. Karena merasa dianggurin doang, akhirnya Saya memutuskan untuk sholat ashar dulu. setelah solat ashar, baru acara dimulai dengan briefing dari kaops, dan dilanjutkan dengan sambutan dari Ade Firman, sang Ketum KAPA. Acara pembukaan ditutup sama yel KAPA !!!

Jam 4 sore, tronton brangkat menuju Tanjung Pasir, dengan peserta sekitar 12 orang, yaitu : Saya, opan, anto, meita, arie, krista, berson, emil, aswin, satria, wenpi dan yasin…, plus pa pemandu (Saya lupa namanya). Sampe tanjung pasir sekitar jam 18.15, katika itu matahari udah ganti shift sama bulan yang terlihat sedang purnama.

Setelah menurunkan semua barang, Saya seneng juga karena bau laut begitu jelas, tapi begitu ngeliat pantai dan perahunya Saya jadi takut karena melihat ombak yang pasang dan ukuran kapal yang super mini. Akhirnya keberangkatan meninggalkan P. Jawa ditunda hingga esok, karena tak adanya kesepakatan antara panitia dengan para nelayan yang mematok harga terlalu tinggi. akhirnya kami memutuskan untuk nginep di  sebuah warung di Tanjung Pasir.

Setelah sholat maghrib dan merasa perut agak laper, tapi ikan bakar dan lauk lainnya belum juga matang, anak2 akhirnya memutuskan untuk jalan2 buat cari makanan kecil dan buat nyari keperluan untuk besok di P. Rambut, sementara Saya harus nyari wartel.

Sabtu, 14 Juni 2003

Bangun Pagi buat sholat shubuh, namun setelah sampe di Musholla ternyata tempat wudhunya masih terkunci, akhirnya Saya memutuskan untuk wudhu dari air laut, namun baru cuci tangan sedikit dan mau mencoba untuk kumur, tercium oleh Saya bau oli yang menyengat. akhirnya Saya batalin wudhu dari air laut dan mencoba mencari mesjid disekitar pantai tanjung pasir. Jam sudah menunjukkan jam setengah enam, tapi matahari belum juga menampakkan sinarnya. akhirnya Saya melakukan pencarian mesjid bersama opan dan anto serta berson yang lagi cari makan siang.

Dalam perjalanan dari mesjid ke pantai, Saya melihat betapa merananya warga sekitar pantai ini, sebab sudah dapet kiriman rutin sampah dari laut setiap air pasang, ditambah lagi dengan langkanya air bersih yang tawar. tapi mereka masih beruntung karena setiap masak kaga perlu lagi beli garem….

jam setengah lapan abis makan pagi kami berangkat menuju pulau rambut. karena baru pertama kali naek kapal, Saya sempet khawatir kalo kena mabok laut, makanya Saya udah siapin pelastik buat muntah. sampe di atas kapal rasa mabok ternyata kaga  terbukti bahkan Saya sempet menikmati bergoyang-goyang di atas kapal (walau goyangannya masih kalah sama goyang inul).

Perjalanan di atas kapal memang cukup menyenangkan, apalagi karena inilah pertama kalinya Saya ninggalin Pulau Jawa. ternyata pemandangan di menuju P. Rambut cukup indah dan sangat mengesankan karena secara bergantian burung2 beterbangan tak kenal henti terbang silih berganti, sementara di laut puluhan ikan terbang kecil sempet terlihat melompat-lompat seakan menyambut kedatangan kami di tempat tinggal mereka.

Sesampai di Pulau Rambut, sesudah meletakkan barang dan briefing oleh Kaops, kami masuk ke Hutan meninggalkan Aswin yang rela menjaga tas seorang diri. pada awalnya sempet asyik karen pemandunya lumayan ngerti soal lokasi dan menjelaskan juga manfaat tanaman yang dijumpai.

Dalam perjalanan mengelilingi pulau rambut, Saya kaga henti2nya mengagumi suatu karya Tuhan yang sangat indah dan teratur. suatu ekosistem yang tertata oleh alam. puluhan burung beraneka jenis tak henti2nya berkicau dan beterbangan di atas kepala, ada juga yang sedang nyuapin sang anak, bercengkrama, mencari makan di dasar hutan dan buang air besar seenaknya….Namun rasa kagum itu sempet terhenti karena melihat seekor anak biawak berlarian, (wah pasti di sekitar sini ada emaknya nich !!) bener aja nggak jauh dari situ ada seekor biawak besar dengan panjang sekitar 2,5 m.

Setelah melihat biawak yang kaga tau jenis kelaminnya itu, kami diantar menuju menara tua yang sudah berkarat. Saya kaga tau gimana pemandangan di atas sana karena Saya kaga berani naek… acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi tentang konservasi burung dan ttg suaka margasatwa p. rambut sampe kaga ada pertanyaan lagi…

setelah diskusi, acara bebas….

Saya bermain2 mencari kerang dan main ombak dipinggir pantai berpasir putih yang dihiasi dengan timbunan sampah di sana-sini, ada sendal bekas (Saya sempet dapet sepasang), ban bekas, botol bekas (baik plastik ato beling), bahkan ada sebuah sofa bekas yang teronggok diatas pasir, sepertinya sofa ini telah melewati perjalanan jauh antar pulau yang sangat melelahkan….

Puas bermain ombak dan mencari kerang, acara dilanjutkan dengan makan siang dan sholat. Setelah itu acara dilanjutkan dengan penanaman bakau, di pantai bagian timur laut dari pulau rambut…Mula2 dilakukan pemindahan bakau (posisi kami ada di sebeleh selatan pulau) tapi berjalan keliling pulau yang luasnya cuman 45 ha, ini cuman memakan waktu sekitar 30 menit….

pemindahan bakau berjalan penuh tantangan, karena selain bakau yang dipindahkan cukup banyak (159 benih), sampah di tepi pantai cukup menghalangi perjalanan…

Setelah bakau dipindahkan semua, akhirnya tiba saat penanaman. sempet pusing karena tidak bawa peralatan dan bahan buat bikin pasak untuk tiang penyangga bakau agar tidak terseret air laut. namun ternyata di tumpukan sampah di P. rambut banyak juga kayu yang terdampar dari berbagai jenis dan ukuran. Dari mulai jenis bambu, reng, kaso, hingga balok tersedia…

Abis motongin kayu, penanaman 159 bakau dilakukan. banyaknya bakau memang membuat kami harus bagi2 tugas. ada yang ngambilin kayu, ada yang nanem pasak, ada yang nanem bakau, ada yang motongin tali, ada yang ngiketin talinya dan ada yang juga yang jagain tas. Penanaman dilakukan dalam rawa-rawa berlumpur dengan kedalaman hingga betis. Rawa hitam itu memang sudah sangat tercemar karena adanya sampah plastik di beberapa tempat. Samar-samar sempat tercium aroma H2S dari dalam lumpur hitam tersebut. Namun apapun yang terjadi pananaman bakau harus tetap dilakukan.

Pada saat menanam bakau sekitar jam 4 sore, Saya sempet melihat keindahan terindah di pulau rambut (menurut Saya) karena ada ribuan ekor burung beterbangan kembali ke sarangnya masing2 tanpa ada satu pun yang kesasar…

Jam lima sore air mulai pasang dan mengaliri bakau yang baru aja ditanem, namun masih ada banyak bakau yang belum sempet diiketin ke pasak, bahkan ada beberapa bakau yang belum ke tanem…

Jam setengah enam, penanaman bakau selese, saatnya untuk pulang ke P. Untung Jawa….ternyata perahu bunga mawar sudah menanti di bibir pantai. Perjalanan menuju pulau untung jawa dari pulau rambut hanya sekitar 15 menit.

Sesampe di pulau untung jawa, dilakukan pendirian tenda.…

Setelah sholat isya, Saya merasa sangat ngantuk berat, sehingga tak terasa tiba2 tertidur sehingga tidak bisa ikutan rapat evaluasi…(sorry)

Minggu, 15 Juni 2003

setelah bangun pagi untuk sholat shubuh, Saya tertidur kembali hingga pukul 7, Saya baru bergerak buat makan pagi…

lalu acara dilanjutkan dengan diskusi tentang bakau. Jam setengah sebelas, Saya memutuskan untuk makan es kelapa muda (makanan khas pantai) trus mandi en pulang ke P. Jawa sekitar jam 12.15. sampe didaratan sekitar jam satu siang, lalu sampai Depok sekitar jam tiga sore. Memang cape juga setelah selama tiga hari mengunjungi 2 pulau, yang penting Saya bisa melupakan kesibukan ngerjain skripsi.

Kost Tiga Dara, Depok

Selasa, 18 Juni 2003 Pukul 00.54

Iklan

Tentang Arif

just me.. :)
Pos ini dipublikasikan di Cerita Jalan-jalan dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s