Jadi Guru SD Sehari

Tgl 23 Juli 2013 baca di salah satu twitnya Rene (@renecc) kalau kelas inspirasi 2013 membuka relawan untuk wilayah Tangerang, Bogor dan Bekasi. Langsung buka webnya dan isi aplikasi pendaftaran untuk jadi relawan. Awalnya tertarik ikutan Kelas Inspirasi karena liat foto-fotonya Ciwid di facebook waktu ngajar di Kelas Inspirasi Jawa Timur.

26 Agustus 2013, dapet email dari panitia kelas inspirasi kalau saya terpilih sebagai salah satu pengajar. Jadwal mengajar ditetapkan tgl 11 September 2013. Briefing akan dilakukan tgl 31 Agustus 2013. Karena tgl briefing kebetulan bertepatan dengan acara keluarga, jadilah saya gak bisa hadir di briefing.

Seminggu kemudian dapet email dari Mba Fithrie, yang kebetulan ditunjuk jadi ketua Kelompok 7 di kelas Inspirasi. Lokasi yang ditentukan oleh panitia adalah di SDN Muncul 1, Serpong, Tangerang Selatan. Thanks to technology, I can still comunicate with other members of Kelompok 7. Di diskusi di milis dan whatsapp dijadwalkan untuk ketemuan dan survey ke lokasi hari sabtu tgl 7 september 2013. Sayangnya tgl segitu saya udah janji sama temen-temen kantor untuk naik Gunung Gede-Pangrango. Jadilah saya gak ketemuan perdana bareng temen-temen relawan sekelompok.

Alhamdulillah, temen-temen masih mengizinkan saya untuk ikut kelas inspirasi, walau tidak pernah hadir di acara persiapan.

Senin, 9 September 2013, cuti baru disetujui Operation Manager. Senin malam, setelah pesan tiket kereta untuk pulang-pergi hari selasa-rabu, lanjut mulai bikin beberapa slide presentasi untuk ngajar. Selasa pagi, hasil diskusi di Whatsapp, kalau mau menggunakan LCD projector, harus bawa sendiri. Hmm.. langsung kepikiran, gimana cara ngajarnyanya? Di sore hari, baru kepikiran untuk Print Foto Power Plant dan Gambar Skema Power Plant di kertas ukuran A3. Plus tak lupa bawa beberapa bongkah Batu bara untuk ditunjukan ke anak-anak.

Lokasi SDN Muncul 1 ternyata tak jauh dari Puspipptek Serpong. Untuk masuk ke lokasi, harus masuk ke dalam gang berukuran sekitar 2 meter. Di ujung gang, sebelum masuk ke pagar sekolah, beberapa warung kecil berjualan makanan SD berjajar di kanan-kiri gang. Setelah masuk pagar, nampak sekolah yang di maksud. SDN Muncul 1 ini ternyata cukup kecil jika dibandingkan dengan SD saya dulu di Petukangan Utara. Bangunannya juga berupa bangunan lama. Di komplek sekolah ini ada dua Sekolah Dasar.  SDN Muncul 1 dan Muncul 2. Bangunannya berbentuk segi empat, dengan bangunan tingkat 2 pada sisi kiri dan kanan, hanya sekitar 2 kelas yang ditingkat.

Setelah bertemu dengan relawan lain, langsung dilanjutkan dengan briefing singkat di ruang guru. Relawan yang hadir ada 9 orang, 8 sebagai pengajar dan 1 sebagai fotografer plus 3 orang relawan videografer tak resmi (rekannya bongky) dan satu relawan fotografer tambahan lagi (mas lucky – suami mba fithri).

Relawan-relawan tersebut adalah:

  1. Mba Fithri, Human Resources
  2. Mba Tatmi, Dosen
  3. Mba Dita, Marketing
  4. Resty, Rekruter/HR
  5. Kennya, Interior Desainer
  6. Bonky, Fotografer
  7. Saya sendiri, Engineer
  8. Mas Huri sebagai relawan fotografer
  9. satu relawan tidak mau disebut nama dan profesinya

Acara dimulai jam 10.00, diawali dengan briefing sebentar dari Kepala Sekolah, dilanjutkan dengan Yel-yel karya mba Tatmi yang super duper kreatif. Anak-anak siswa kelas II, kelas V dan kelas VI dengan semangat mengikuti dan meneriakan yel untuk SDN Muncul 1. Saat diteriakkan SDN Muncul 1.. anak-anak langsung menjawab dengan teriakan : Kerja Keras, Tekun Belajar, Berprestasi!!!

Setelah siswa dibubarkan dan masuk kelas masing-masing, para relawan segera masuk ke kelas yang ditunjuk. Kebetulan saya kebagian mengajar di kelas VI C, VI A dan kelas II. Diawali dengan pembagia nametag dan menuliskan nama masing-masing di dada kanan, mengajar pun dimulai.

Tidak ada masalah saat mengajar kelas VI,mungkin karena mereka sudah menjelang akil baligh, dan sebentar lagi lulus. Dengan menggunakan 2 lembar gambar PLTU dan skema proses PLTU yang sudah saya siapkan plus beberapa bongkah batu bara saya tunjukkan kepada mereka. Proses mengajar berlangsung lancar di kelas VI C maupun VIA.  Pertanyaan yang keluar juga cukup beragam dan terbilang cukup kritis, ada yang menanyakan gimana batubara bisa jadi listrik? Bagaimana nasib PLTU jika batubaranya habis? Atau Bagaimana cara supaya jadi insinyur?

Masalah terjadi saat mengajar siswa kelas II. Murid berlarian ke sana – ke mari tanpa bisa diatur, saat pelajaran dimulai, hanya beberapa murid yang memperhatikan. Saya menyerah. Akhirnya saya ambil balon yang sudah disiapkan, saya bawa balon dari luar ke dalam kelas. Saya minta para siswa untuk membagi kelompok masing-masing 4 orang tiap kelompok. Alhamdulillah, cara ini berhasil mengendalikan mereka. Selanjutnya, saya bagikan tiap anak 1 lembar post it, dan saya minta mereka menuliskan cita-cita masing-masing. Post it yang sudah dituliskan cita-cita masing-masing kemudian ditempelkan di tali pengikat balon. Jadi tiap balon ada 4 post it yang berisi cita-cita.

Tiap kelompok memegang balon kelompoknya masing-masing. Kemudian bersama murid-murid dari kelas lain berkumpul di lapangan sambil membawa balon-balon yang sudah ditempeli cita-cita. Lalu dengan komando dari Pembawa acara, sambil meneriakkan Yel, SDN Muncul 1!! Kerja Keras, Tekun Belajar, Berprestasi!!!

Balon-balon itu dilepas ke angkasa… suasana sangat meriah, pulluhan balon beraneka warna terbang sebagai perlambang bahwa cita-cita murid-murid SDN Muncul 1 diletakkan di angkasa. Seperti pepatah, Gantungkan cita-cita mu setinggi langit.

Beberapa hal yang saya dapat hari ini adalah betapa hebat para guru saya dahulu. Mereka lah yang telah mengajarkan saya berbagai ilmu dasar. Kalau saja guru-guru saya dulu gak punya kesabaran sebesar itu, mungkin saya tidak akan seperti ini. Teringat kembali jasa-jasa guru-guru SD saya : Bu Sudarmi, Bu Ratna, Bu Suhartilah, Bu Tri, Pak Ardanih,  Pak Suadi, Pak Sitorus, Pak Djumadi, Bu Nur, dll semoga amal baik bapak-ibu selalu menjadi jariah, semoga allah selalu memberkahi Bapak-ibu semua.. Alfatihah…

Untitled

-foto adalah karya mas Hury-

Iklan

Tentang Arif

just me.. :)
Pos ini dipublikasikan di Cerita hidup ku, Pengalaman dan tag , , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Jadi Guru SD Sehari

  1. Ping balik: Mengapa Memilih Jadi PNS? | Arif Hidayat

  2. erinyudha berkata:

    Ooh ternyata mas Arief ini temannya Chris toh.. salam kenal.. saya temannya Chris juga.. teman serumah, hehe.. pernah ikutan kelas inspirasi juga trnyata.. seru ya!

    • Arif berkata:

      Iya.. Mas Chris temen main sejak masih seragam putih abu-abu.. Hehehe.. Ikutan KI emang seru banget, apalagi pas ngajar anak2 kelas 1. Amazing banget ngadepin mereka 😄.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s