Mengapa Harus Hemat Listrik pada Pukul 17-22?

Sejak beberapa tahun lalu, PLN menggulirkan program hemat listrik 17-22, dengan bintang iklan artis senior Lidya Kandou. Pertanyaan yang sering saya dengar dari teman-teman adalah, kenapa harus jam 17-22?

Sekarang, perhatikan grafik berikut:

minggu

Grafik Pemakaian Listrik Area Jawa-Bali pada Hari Minggu

senin

Grafik Pemakaian Listrik Area Jawa-Bali pada Hari Senin

Pada grafik di atas, grafik pertama adalah Grafik pemakaian listrik pada hari Minggu tanggal 2 Februari 2014, sementara Grafik kedua adalah Grafik Pemakaian Listrik Hari Senin tanggal 3 Februari 2014.  X adalah Jam dari 00:00 hingga 24:00, sementara Y adalah jumlah MW yang terpakai. Warna Biru adalah rencana PLN, Merah adalah pemakaian Aktual, sementara warna Pink adalah Kapasitas maksimum seluruh Pembangkit di Area Jawa-Bali.

Dari dua grafik di atas dapat terlihat dengan jelas bahwa :

  1. Pada hari minggu, pemakaian listrik cenderung Flat/Datar sejak jam 00:00 hingga jam 17:00, karena kebutuhan listrik yang digunakan hampir sama, sebagian masyarakat Jawa-Bali cenderung menyaksikan TV sepanjang hari dan mayoritas kantor dan pabrik tutup/tidak beroperasi. Ketika jam 17:00 – 22:00, selain TV, lampu-lampu mulai dinyalakan di Mall, jalan, rumah-rumah, dll sehingga pemakaian listrik cenderung meningkat dari jam 17:00 hingga jam 22:00. Setelah jam 22:00, banyak orang mulai beristirahat, sehingga lampu-lampu dimatikan, akhirnya pemakaian listrik berkurang (grafik cenderung menurun).
  2. Pada hari Senin, dari jam 00:00 sampai 04:00 pemakaian listrik cenderung datar, karena sebagian besar warga istirahat. Setelah jam 4:00 – 06:00 pemakaian listrik meningkat drastis, karena banyak orang yang bangun tidur untuk sholat subuh, mesjid mulai menyalakan speaker,  orang-orang juga sudah mulai beraktifitas: menyalakan lampu, TV, pompa air untuk mandi, dan lain-lain.
  3. Jam 6:00 ke jam 7:00 pemakaian listrik cenderung menurun karena banyak orang yang mulai berangkat bekerja, banyak lampu-lampu dan TV dimatikan karena orang mulai berangkat bekerja.
  4. jam 7:00 sampai jam 12:00 kebutuhan listrik meningkat drastis, karena kantor-kantor dan pabrik-pabrik mulai beraktifitas. Banyak pekerja kantor menyalakan komputer, pabrik-pabrik menyalakan mesin-mesinnya, toko-toko dan mall-mall mulai buka dan menyalakan lampunya, lab-lab di kampus menyalakan alat-alatnya, dll.
  5. Jam 12:00 hingga 13:00 pemakaian cenderung menurun, karena pabrik, kantor, kampus, dll banyak yang istirahat sehingga berhenti beraktifitas (mesin-mesin pabrik, komputer dan alat-alat kantor/kampus dimatikan) .
  6. Jam 13:00 sampai jam 17:00 pemakaian listrik naik kembali namun cenderung datar.
  7. Setelah jam 17:00 Lampu-lampu jalan mulai dinyalakan, para pekerja yang pulang ke rumah mulai menyalakan alat-alat listrik di rumah (TV, radio, komputer, dll). sementara masih ada Pabrik yang tetap beraktifitas hingga shift malam. Kondisi ini menyebabkan  pemakaian listrik saat ini cenderung meningkat drastis hingga jam 22:00 saat banyak orang mulai istirahat dan mematikan alat-alat listriknya.
  8. Setelah jam 22:00 pemakaian listrik cenderung menurun dan berulang kembali seperti keterangan nomor 2 di atas.

Sekarang, mari kita lihat grafik penggunaan energi oleh pembangkit-pembangkit yang ada di Jawa-Bali :

sumberenergi

Dari Grafik di atas, dapat terlihat sumber Energi Primer pembangkit listrik di Area Jawa-Bali. Grafik di atas juga menunjukkan bahwa penggunaan energi bersumber dari BBM (warna merah dan hijau daun / HSD & MFO) semakin banyak dikeluarkan saat pemakaian listrik tinggi. Oleh karena itu saat jam 17:00 – 22:00 hampir seluruh pembangkit listrik harus dinyalakan, termasuk listrik yang bersumber dari bahan bakar minyak.

Apalagi saat musim panas, di mana sumber air banyak yang kering karena PLTA kekurangan air. Kenapa bisa kekurangan air? karena banyak hutan-hutan di sekitar PLTA tersebut yang sudah gundul, sedimentasi pada bendungan, belum lagi sampah yang ada di Bendungan-bendungan yang kadang membuat PLTA harus dimatikan. Saat banyak PLTA dimatikan, maka akan semakin banyak jumlah PLTG dan PLTU berbahan bakar minyak yang  (terpaksa) harus dinyalakan.

Jadi saat jam 17:00 – 22:00 biaya menghasilkan listrik akan lebih mahal dibanding waktu lain, oleh karena itu harga listrik untuk Industri pada jam-jam tersebut lebih mahal dibanding waktu yang lain. Jika listrik yang digunakan lebih mahal, akhirnya jumlah subsidi pemerintah dari APBN juga akan semakin besar.

Oleh karena itu, marilah kita hemat pemakaian listrik, terutama saat pukul 17:00 – 22:00. Semakin banyak kita berhemat listrik, akan semakin besar kontribusi kita untuk negara, sehingga subsidi listrik bisa dikurangi dan digunakan untuk membangun pembangkit-pembangkit baru di daerah yang belum teraliri listrik.

Iklan

Tentang Arif

just me.. :)
Pos ini dipublikasikan di Berbagi, Pengetahuan dan tag , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Mengapa Harus Hemat Listrik pada Pukul 17-22?

  1. Arif berkata:

    Reblogged this on Arif Hidayat and commented:

    pindahan dari web sebelumnya wanmul157.wordpress.com

  2. Mona Anggiani berkata:

    Mantab informasinya, mas… Terima kasih banyak ya… 🙂

    anggianirifani.blogspot.com

  3. Supriyanto berkata:

    Gen mau tanya .. sumber grafiknya di dapatkan dari mana? saya cari2 tidak dapat gen… mungkin bisa berikan linknya jika bisa di lihat secara online trimakasih.

    • Arif berkata:

      Sumber Grafik dari Internal PLN, yang bisa buka setahu saya hanya kalangan terbatas, hanya untuk PLN dan Jaringannya. jadi maaf saya gak bisa menginformasikannya di sini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s