Keraton-keraton di Cirebon

Banyak orang yang belum tahu bahwa di Kota Cirebon terdapat tiga kraton dan semuanya masih aktif sampai sekarang. Keraton – keraton ini kalau dirunut ke silsilah paling tinggi, akan berpangkal pada pendiri kraton Kasepuhan, yaitu Sunan Gunung Jati. Kraton – kraton tersebut adalah :

  1. Kraton Kasepuhan
  2. Kraton Kanoman
  3. Kraton Kacirebonan

Sekarang, kita bahas satu persatu.

1. Kraton Kasepuhan

CPS_1269

Keraton Kasepuhan Cirebon, terdapat motif Mega Mendung pada beberapa bagian Kraton

Kraton ini adalah kraton yang paling tua di antara ketiga kraton yang ada di Cirebon. Disinilah awal berdirinya Kesultanan Cirebon. Kraton Kasepuhan awalnya bernama Kraton Pakungwati, lokasinya sampai sekarang masih ada, posisinya di sebelah timur dari Kraton Kasepuhan. Untuk masuk ke Area Kraton tiket masuk sebesar delapan ribu rupiah untuk dewasa, sementara untuk anak-anak sebesar lima ribu rupiah.

CPS_1270

Dalem Agung Pekungwati, terdapat di sebelah Timur Kraton

Lokasi di depan Kraton adalah Alun-alun, sebelah barat dari alun-alun ada Mesjid Agung Sang Cipta Rasa. Bangunan Mesjid dan bagian depan Kraton (Siti Hinggil) memiliki ciri khas yang sama yaitu bangunan berupa bata merah perpaduan Hindu, dihiasi tempelan-tempelan keramik/berbentuk piring dari eropa dan cina.

Gapura Masjid Agung Sang Cipta Rasa

Gapura Masjid Agung Sang Cipta Rasa

Mesjid Agung Sang Cipta Rasa

Mesjid Agung Sang Cipta Rasa

CPS_1241

Siti Hinggil Kraton Kasepuhan

Setelah melewati Siti Hinggil, kita akan melewati jalan kecil menuju Gapura, di sebelah kiri adalah parkir mobil tamu sultan, sementara di sebelah barat ada Langgar, tempat sholat kraton.

Langgar Kraton

Langgar Kraton

Setelah melewati Gapura, akan disambut dengan taman Dewandaru, di dalam taman tersebut terdapat 2 patung singa yang mengapit sebuah bangunan yang sangat mirip dengan bangunan di Tamansari Gua Sunyaragi. Di samping kiri dan kanan dari Patung Singa ini ada dua buah meriam kecil. Di sebelah barat dari Taman ada gedung museum benda kuno, sebelah timur ada Museum Kereta Singa Barong, sementara di bagian selatannya menghadap utara adalah Gedung Bangsal Kraton, di belakang bangsal inilah Tempat tinggal Sultan.

CPS_1262

Di sisi tenggara dari Taman Dewandaru, ada bangunan beratapkan joglo yang bernama Srimanganti, kata guide di sana, bangunan ini berfungsi sebagai ruang tunggu tamu sebelum menghadap sultan.

Masuk ke Museum benda kuno di sebelah barat dari Taman Dewandaru, di dalam bangunan dengan luas sekitar 100 meter persegi ini di pajang benda-benda kuno milik kraton kasepuhan seperti Gamelan Sunan Kalijaga, tombak dan pedang peninggalan jaman belanda, baju-baju Kraton, foto-foto Sultan, dan lain-lain.

CPS_1256  CPS_1254 CPS_1255 CPS_1253 CPS_1252

CPS_1260

Di Museum Kereta Barong dapat kita lihat sebuah kereta kencana milik Sunan Gunung Jati. Kereta tua ini konon dibuat terinspirasi dari bentuk Buraq, kendaraan Nabi Muhammad, SAW saat Isra’ Mi’raj. Kereta barong ini konon dibuat pada abad ke 15 sebagai kereta kencana para sultan termasuk sunan Gunung Jati.

CPS_1267

Kereta Singa Barong

Sama halnya dengan keraton Yogyakarta, di Kraton Kasepuhan ini juga ada grebeg syawal dan grebeg mulud. Namun acara yang paling ramai adalah saat bulan mulud sesuai kalender jawa. Mulai tanggal 1 Mulud, ada prosesi Panjang Jimat, dimana semua benda-benda pusaka kraton akan dikeluarkan.

CPS_1276

Sampah Plastik cukup banyak di alun-alun depan Kraton

Satu hal yang sangat mengganggu adalah kondisi kraton yang kurang terjaga kebersihannya. Terlebih lagi di alun-alun depan Kraton/Mesjid. Rumput alun-alun juga cukup tinggi, sehingga terkesan tidak terawat. Banyaknya pedagang di pinggir pagar alun-alun yang tidak tertata membuat pemandangan di sekitar Kraton menjadi kurang menarik. Padahal, kalau ditata dikit dan kebersihan terjaga. Kraton Kasepuhan ini dapat menyaingi Kraton Yogya dan Solo sebagai alternatif kunjungan kraton yang cukup menarik.

2. Kraton Kanoman

CPS_1366

Gapura Utama Kraton Kanoman di depan Pasar Kanoman

Untuk mengunjungi kraton Kanoman lebih sulit dibanding Kraton Kasepuhan. Kraton ini terletak di belakan Pasar Kanoman Cirebon, yang untuk masuknya akan menguji kesabaran, terlebih jika membawa mobil. Kraton ini juga punya masalah yang sama dengan Kraton Kasepuhan, terlebih lokasinya di dekat pasar menjadikan bagian depan kraton terkesan kumuh karena banyaknya sampah.

CPS_1332

Bangsal Kraton Kanoman

Mesjid Agung Kraton Kanoman

Mesjid Agung Kraton Kanoman

Sama halnya dengan kraton kasepuhan, kraton ini memiliki mesjid Agung di sisi barat alun-alun. Juga terdapat bangunan Siti Hinggil dan Langgar Kraton. Jika pada Kraton Kasepuhan bangunan didominasi bata merah, bangunan di Kraton Kanoman berwarna putih, kecuali pada bangsal kraton dan mesjid agung. Namun ciri khas bangunan Cirebon masih dapat terlihat dari tempelan-tempelan piring keramik cina/eropa pada dinding bangunan.

CPS_1333

CPS_1328

CPS_1326

CPS_1325

CPS_1360

Di Kraton kanoman juga terdapat Patung Singa, bedanya patung singanya terletak di pintu masuk kraton bagian barat, tidak di dalam taman seperti di Kraton Kasepuhan.

CPS_1335

Patung Singa di sisi barat Kraton Kanoman

Tak banyak yang bisa saya ceritakan di sini, karena saat saya berkunjung tidak ada guide yang bisa menceritakan tentang kraton kanoman. Tiket masuk sebesar 5000 rupiah hanya diminta jika kita masuk ke Museum Benda Kuno di sisi timur dari kraton, berhadapan dengan Langgar. Satu bangunan yang cukup unik adalah adanya bangunan dengan Lonceng di atasnya, agak mirip dengan Gereja, padahal bangunan ini menempel dengan langgar kraton.

CPS_1331

Bangunan dengan Lonceng Besar di dalam Kraton Kanoman

CPS_1377

Bangunan dengan Lonceng Besar di dalam Kraton Kanoman, sebelah kanan dari bangunan ini adalah langgar kraton

Pada museum benda kuno Kraton Kanoman, penataan benda-benda kunonya sangat tidak rapih alias berantakan. Benda kuno yang paling besar adalah Kereta Kencananya. Ada tiga kereta kencana di museum ini, dua adalah produk asli peninggalan abad 15, sementara satu kereta adalah replikasi yang dibuat tahun 2007.

CPS_1347   CPS_1342

CPS_1350 CPS_1353

3. Kraton Kacirebonan

Keraton Kacirebonan merupakan keraton paling muda yang ada di cirebon, juga yang paling kecil. Namun lokasinya paling mudah dijangkau karena terletak di jalan besar. Kraton Kacirebonan juga tidak memiliki alun-alun yang luas seperti dua kraton lainnya. Namun penataan benda kuno dan bangunannya menurut saya paling bersih dibanding kraton lainnya. Bentuk bangunannya juga beda dengan kraton Kasepuhan dan Kraton Kanoman, Kacirebonan lebih mirip dengan bangunan Belanda.

Keraton Kacirebonan

Keraton Kacirebonan

Ada dua gapura di kraton Kacirebonan, gapura pertama cukup besar yang dinamai Lawang Kahagung. Gapura kedua selalu tertutup kecuali jika ada kegiatan, namun di kedua sisi Gapura kedua ini ada pintu kecil untuk masuk ke dalam kraton. Pintu yang dipakai untuk masuk ke area kraton adalah pintu yang di sebelah kanan, sementara pintu di sebelah kiri dijadikan pintu masuk ke dalam satu rumah, saya gak tahu siapa yang tinggal di situ, mungkin kerabat sultan.

Gapura Utama Kraton Kacirebonan

Gapura Utama Kraton Kacirebonan, Pintu berwarna hijau adalah Gapura kedua

Tulisan di Gapura Utama

Tulisan di Gapura Utama

Setelah memasuki Gapura utama, akan ada dua bangunan di samping kiri dan kanan. Saat ini banganan di sebelah kiri digunakan sebagai penerima tamu, di sini tempat kita mengisi buku tamu dan membayar tiket masuk sebesar lima ribu rupiah. Di seberangnya saat saya ke sana, digunakan sebagai tempat latihan pagelaran.

CPS_1300 CPS_1299

Bangsal kraton Kacirebonan terdapat banyak kursi bergaya eropa. Pada bagian temboknya terdapat banyak surat-surat berbahasa Belanda dan Jawa kuno.

CPS_1305

Berikut ini gambar benda-benda kuno yang ada di Kraton Kacirebonan.

CPS_1294 CPS_1314 CPS_1317 CPS_1315

Cukup banyak PR bagi Pemkot Cirebon untuk merevitalisasi ketiga Kraton yang sangat bersejarah ini. Selain menata bangunannya, yang lebih penting adalah mendisiplinkan warga yang tinggal di sekitar Kraton serta pengunjung. Selain itu juga penataan benda-benda kuno supaya tampilannya lebih menarik, bukan hanya asal ada.

Cirebon, 19 Februari 2014

Iklan

Tentang Arif

just me.. :)
Pos ini dipublikasikan di Cerita Jalan-jalan, Pengetahuan dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Keraton-keraton di Cirebon

  1. Ping balik: Sedikit Cerita dari Cirebon | Arif Hidayat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s