Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan & Cara melakukan CPR

Catatan ini pernah saya kirim pada sebuah milis yang saya ikuti pada tanggal 15 Juli 2012. Catatan ini saya buat berdasarkan materi training yang saya terima di kantor. saya copy ke blog, semoga bermanfaat.

Cirebon, 20 Februari 2014

================================================================

Minggu kemaren di kantor ada training cara menjalankan P3K.
Trainernya tim dokter dari RS Pertamina Cirebon, salah satunya adalah Dokter Erchamzah.

Saya mau share sedikit materi training kemarin.

Jika menemukan kecelakaan, langkah yang harus diambil adalah :
1. periksa kesadaran sang korban, dicoba bangunkan.. apakah dalam kondisi sadar, pingsan atau gagal nafas? setelah itu panggil bantuan, karena tidak mungkin kita menolong seorang diri.. (telepon 118 -nomor ambulan di jakarta- atau panggil polisi)
saat menghubungi ambulan, jangan panik, beritahu dengan jelas nama pelapor, lokasi kejadian, kondisi korban dan nomor hp pelapor.

2. jika korban masih sadar :

  • periksa kondisi anggota tubuh korban, apakah ada luka di kepala, kemudian ke badan, baru ke anggota tubuh yang lain
  • jika ada benda yang menancap di badan, jangan cabut benda tersebut, karena akan menyebabkan pendarahan yang lebih hebat, cukup tutup luka di sekeliling benda tajam tersebut dengan perban/kasa. (jika diibaratkan, konstruksi badan kita seperti ban tubeless, jika benda tajam dicabut, dikhawatirkan darah akan mengalir/paru-paru akan mengempis)
  • tanyakan pada korban, bagian mana yang sakit? periksa alat gerak korban, apakah ada yang patah?
  • jika ada yang berdarah, tutup dengan perban/kain bersih, bisa dengan kaos/jilbab. tutup luka secara berlapis. jika lapisan pertama basah oleh darah, lanjutkan dengan lapisan kedua, dan seterusnya (jangan cabut lapisan perban pertama). saat melakukan penutupan luka pada korban, pastikan tidak ada luka pada tangan kita atau gunakan sarung tangan karet, (untuk menghidari tertularnya penyakit korban).

3. jika korban diam/tidak sadar, periksa denyut nadi carotis (nadi pada leher korban) nadi carotis terletak pada sekitar 2 jari dari Jakun.
(cara paling cepat: pegang jakun korban dengan ibu jari & telunjuk, kemudian geser kedua jari tersebut ke kanan & kiri sekitar 2 jari. denyut Nadi akan ditemukan, silahkan coba sendiri di leher masing-masing)

jika masih ada denyut nadi, berarti korban hanya pingsan, bisa dibangunkan dengan bau-bauan yang menyengat. langkah selanjutnya, jika ada sirkulasi (detak nadi), periksa jalan nafas (periksa mulut/hidung) pastikan tidak ada yang menghalangi. setelah itu periksa nafas korban, apakah normal atau sesak. ukuran normal adalah sebagai berikut : Dewasa 12- 20 kali / menit, anak-anak 15-30 kali/menit dan bayi 30-50 kali per menit. Cara mudahnya, untuk dewasa, periksa apakah korban bernafas tiap 4 detik.

4. jika tidak ada detak nadi pada korban, artinya korban mengalami gagal nafas. segera lakukan CPR atau bahasa indonesianya RJP (Resusitasi Jantung Paru).

Tingkat keberhasilan RJP saat kondisi gagal nafas:

  • dalam waktu 1 menit sejak gagal nafas : 98%,
  • dalam waktu 4 menit : 50%
  • lebih dari 10 menit : 1%

Beberapa hal penting yang jadi catatan adalah :

  1. Jika korban mengalami gagal nafas selama 4 menit, otak akan berhenti bekerja,  Jika lebih dari 10 menit jantung akan berhenti berdetak.
  2. Manusia dikarunia tubuh yang sempurna, saat manusia mengalami gagal nafas, jantung akan otomatis hanya memompa darah ke arah otak, makanya saat kecelakaan, untuk memastikan apakah korban masih hidup, periksa denyut nadi pada bagian leher (nadi carotis), untuk bayi, bisa dicek pada bagian siku. (berjarak 2 jari di kanan & kiri jakun). Jika kita memeriksa di nadi yang lain, biasanya sudah lemah/mati, karena fokus jantung hanya ke otak hingga sekitar 4 menit.

Cara melakukan RJP atau CPR, untuk lebih jelasnya bisa cek videonya di youtube 🙂

  1. Tidurkan korban pada tempat yang keras (di lantai)
  2. Duduk di sebelah kanan korban (karena jantung ada di sebelah kiri)
  3. Letakkan ujung pergelangan tangan pada dada korban (2 jari dari ujung tulang dada) [letakkan 2 jari tangan kiri dari ujung tulang dada, lalu segera letakkan ujung pergelangan tangan kanan di sebelah jari tangan kiri) bisa juga sebaliknya.
  4. Segera kunci jari tangan kanan dengan jari tangan kiri. (tutup pergelangan tangan kanan dengan tangan kiri, posisi pergelangan tangan searah, jari2 saling bersebelahan/mengunci)
  5. Posisikan lengan tegak lurus dengan korban
  6. Segera lakukan (CPR/RJP) memompa jantung korban dengan pinggul sebagai sumber tenaga (lengan tidak menekuk ketika memompa)
  7. Pompa sebanyak 30 kali
  8. Setelah 30 kali pompa, berikan nafas buatan. (tutup hidung korban, tiup mulut korban sekeras mungkin hingga paru-paru korban mengembang)
  9. Peniupan korban sebanyak 2 kali.
  10. Pompa lagi sebanyak 30 kali dan nafas buatan sebanyak 2 kali. lakukan siklus 30-2 ini sebanyak 5 kali.
  11. Setelah 5 kali, periksa nadi korban.
  12. Jika setelah 5 siklus 30-2 ternyata nadi korban belum ada, ulangi siklus 30-2 dari awal.
  13. Proses RJP ini berhenti dilakukan jika korban sudah sadar, atau hingga 30 menit (karena setelah lewat 30 menit, korban dapat dipastikan telah meninggal) atau hingga penolong kelelahan..

Catatan lainnya adalah, jika sudah ada dokter atau orang yang lebih mengetahui soal tindakan darurat, serahkan korban pada yang lebih ahli.

Iklan

Tentang Arif

just me.. :)
Pos ini dipublikasikan di Cerita hidup ku, Pengetahuan dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s