Liburan Alternatif ke Planetarium Jakarta

Sabtu, 29 Maret 2014 Saya mengajak keluarga untuk jalan-jalan alternatif dalam mengisi liburan. Maksudnya, sabtu-minggu gak harus ke Mall. Kali ini kami sepakat untuk ke Planetarium di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Dengan tujuan memberikan pendidikan astronomi kepada anak serta untuk menunjukan bintang di langit yang jarang terlihat di langit Jakarta.

Terletak di daerah Cikini, Taman Ismail Marzuki merupakan salah satu tempat kongkow yang sangat layak untuk dikunjungi. Selain ada Planetarium, di sini juga terdapat Institut Kesenian Jakarta, sebuah kampus yang melahirkan insan-insan seni Indonesia. Sebut saja Iwan Fals, Dik Doang, Didi Petet, Band Naif, Club 80’s, semua adalah jebolan kampus ini. Di sini terdapat beberapa Gedung yang tiap minggu selalu menampilkan pentas teater dengan berbagai cerita yang beda-beda.

Planetarium merupakan gedung paling depan di Taman Ismail Marzuki. Begitu kita masuk ke area TIM, akan tampak gedung dengan bangunan atap berbentuk kubah setengah lingkaran, dengan tembok berwarna biru, itulah Gedung Planetarium Jakarta.

IMG_20140329_150241_0

Pintu masuknya ada di sebelah kiri bangunan, sementara pintu yang di tengah adalah pintu kantor pengelola, jika ingin memesan tiket rombongan, bisa lewat pintu tengah ini. Begitu masuk ke dalam, akan banyak dijumpai gambar-gambar bintang dan susunan tata surya. Di depan loket, terlihat replika baju astronot serta gambar kehidupan jaman dinosaurus. Jika masuk ke dalam, dapat dilihat beberapa diorama susunan tata surya, serta beberapa batu meteorit yang pernah jatuh di Indonesia.

IMGP1616 IMGP1615  IMGP1614

Pada loket tertempel jadwal pertunjukan di Planetarium, yaitu sehari lima kali tayang : 10.00, 11.30, 13.00, 14.30 (untuk rombongan) dan 16.30 (untuk umum), namun untuk hari sabtu dan minggu semua pertunjukkan diperuntukkan untuk umum. Planetarium tutup tiap hari Senin dan Hari libur Nasional. Ketentuan mengenai jam pertunjukan dan harga tiket dapat dilihat pada gambar berikut :

IMGP1606

Khusus untuk tanggal 30 Maret sampai dengan 20 April 2014, Planetarium akan tutup sementara untuk renovasi dan peremajaan alat, seperti tertulis pada pengumuman yang ditempel berikut ini:

IMGP1604

Loket dibuka 1 jam sebelum Pertunjukan dimulai. Pada saat antri tiket, 1 orang maksimal hanya boleh membali 6 tiket. Jumlah tiket yang tersisa dapat terlihat pada LCD TV di depan loket. Pada foto berikut ini dapat terlihat jumlah tiket tersisa untuk pertunjukan berikutnya sebanyak 219 tiket.

IMGP1602

Penonton harus sudah berada di depan lokasi pertunjukan 30 menit sebelum pertunjukan dimulai. Saat masuk ke dalam lokasi pertunjukan, gedung pertunjukan berkapasitas sekitar 300 orang, dengan posisi duduk seperti bioskop. Di bagian tengahnya terdapat sebuah proyektor berwarna biru bertuliskan Carl Zeis. Proyektor inilah yang dapat menggambarkan suasana bintang di angkasa ke atas kubah. Posisi kursi dapat dimiringkan hingga kita dapat agak terlentang untuk memudahkan dalam melihat ke atas kubah.

Proyektor Carl Zeiss

Proyektor Carl Zeiss

Selama pertunjukan kita seakan dibawa terbang ke angkasa, sehingga begitu dekat dengan bintang-bintang. Materi yang ditayangkan adalah seputar tata surya dan bintang-bintang yang ada di angkasa. Diceritakan mengenai posisi bintang-bintang dalam konstelasi astronomi. Jadi bentuk-bentuk bintang Virgo, Libra, Sagitarius, Leo dan lain-lain digambarkan dengan cukup jelas, termasuk formasinya dan letaknya di malam hari, tak lupa juga Rasi Orion yang selalu berada di selatan. Selain itu dijelaskan juga benda-benda langit seperti bulan, komet, asteroid, matahari, dan tak lupa juga semua planet dalam tata surya kita, lengkap dengan ukuran dan sifat-sifatnya.

Info lebih lanjut mengenai Planetarium Jakarta bisa dilihat di websitenya : http://planetariumjkt.com/

Salah satu yang membuat anak saya tercengang adalah saat ditunjukan gambar planet Venus atau biasa disebut Bintang Kejora. Si kecil Keisha akhiranya tahu penampakan Bintang Kejora yang lagunya biasa dinyanyikan.

Sepulang dari Planetarium, anak saya berulang kali menyanyikan lagu Bintang Kejora, ciptaan AT Mahmud:

Ku pandang langit penuh bintang bertaburan
Berkelap kelip, seumpama intan berlian
Nampak sebuah lebih terang cahayanya
itulah bintang ku, bintang kejora yang indah selalu

Tangerang, 30 Maret 2014

Iklan

Tentang Arif

just me.. :)
Pos ini dipublikasikan di Cerita Jalan-jalan dan tag , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Liburan Alternatif ke Planetarium Jakarta

  1. kutukamus berkata:

    Harga tiket umum hanya Rp7.000.. Luar biasa! Mungkin ada subsidinya ya? Pernah dulu diajak orangtua ke sini, dan sampai sekarang saya suka antariksa. 🙂

  2. tanamo berkata:

    Nice share gan… keep posting… and thank you ya…

  3. Kancil Ngapak berkata:

    Buat temen2 yang mau ke Planetarium, sedang ada perbaikan mulai 22 juli 2015 kemaren. Belum ada informasi kapan perbaikan selesai (Main Projector nyaa rusak/ lensa pecah ‘kata petugas yg berjaga di Planetarium)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s