Kebangkitan Industri Dirgantara Indonesia

Kemarin, tanggal 3 April 2014, saya berkunjung ke B2TKS (Balai Besar Teknologi Kekuatan Struktur) atau lebih dikenal dengan LUK (Laboratorium Uji Konstruksi). B2TKS adalah balai terbesar yang di lingkungan BPPT. Terletak di Kawasan Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan.

B2TKS adalah badan penguji struktur pesawat CN235. Jadi dahulu tahun 80-an hingga 90-an awal, di Serpong dilakukan pengujian struktur pesawat CN235, dengan sistem simulasi Take-off, Flying dan Landing selama ribuan kali. Di badan pesawat ditempelkan aktuator dan peralatan penguji dan dilakukan simulasi hingga ribuan kali. Proses pengujian dilakukan hingga hampir 1 tahun, kerena mensyaratkan 250.000 jam terbang. Saat itu insinyur-insinyur di BPPT harus dirotasi hingga 3 shift demi kelancaran proses pengujian.

Dalam diskusi tersebut diceritakan beberapa project besar B2TKS untuk beberapa tahun mendatang. Yang terbesar adalah pengujian struktur untuk Pesawat Tempur Nasional IFX. Pesawat tempur kerjasama Indonesia dan Korea ini sudah dalam tahap desain. Rencananya akan dibangun hanggar baru untuk pengujian strukturnya. Pesawat lain yang akan diuji strukturnya adalah R80 dan N219. Keduanya adalah pesawat buatan PT DI. R80 merupakan pengembangan dari N250, pesawat yang sempat mengangkasa tahun 1995 namun mati sebelum berkembang karena krismon dan diperintahkan mati oleh IMF.

sumber gambar : http://militernasional.blogspot.com/2013/08/saingi-twin-otter-pesawat-n219-made-in.html

IFX- Pesawat Tempur Indonesia

sumber gambar : http://militernasional.blogspot.com/2013/08/saingi-twin-otter-pesawat-n219-made-in.html

Ketiga pesawat tersebut merupakan pesawat tercanggih pada kelasnya masing-masing. IFX merupakan pesawat tempur sekelas dengan F-16, bahkan didisain untuk memiliki kelebihan di atas F-16. N219 dan R-80 merupakan pesawat dengan sistem baling-baling yang cukup efisien. Dengan kapasitas yang cukup besar, R-80 diyakini dapat bersaing dengan pesawat – pesawat buatan luar negeri sekelas ATF.

Pesawat N219

Pesawat N219

sumber gambar : http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/408996-produksi-pesawat-n-219-masih-tersandung-dana

Mengapa menggunakan teknologi baling-baling bukan Jet? karena teknologi baling-baling lebih hemat bahan bakar, selain itu teknologi ini sudah ada sejak pesawat pertama diciptakan. Sehingga dijamin lebih canggih dan lebih aman.

Di Industri Pertahanan, indonesia juga mengembangkan Pesawat Tanpa Awak atau biasa dikenal dengan istilah Drone. Pesawat tanpa awak ini layaknya pesawat remote control, namun dengan kapasitas mesin lebih besar dan jangkauan jelajah yang lebh tinggi dan lebih jauh. Ada 4 jenis Puna sedang dikembangkan oleh BPPT hingga tahun 2019. Wulung adalah salah satunya yang sudah siap dibuat oleh PT DI.

Pesawat Udara Nir Awak Wulung

Pesawat Udara Nir Awak Wulung

sumber foto : http://www.jpnn.com/read/2013/05/24/173503/Jatuh-Bangun-Tim-BPPT-Mewujudkan-Pesawat-Udara-Nir-Awak-(PUNA)-

Semoga perekonomian Indonesia tetap bagus, sehingga kita tidak tergantung lagi dengan asing. Jika industri kita sudah mampu membuat pesawat yang cukup kompleks, apalagi kendaraan yang kecil-kecil lainnya. Sudah saatnya kita berdiri di atas kaki sendiri seperti cita-cita para Founding Fathers.

Tangerang, 4 April 2014

Iklan

Tentang Arif

just me.. :)
Pos ini dipublikasikan di Pengetahuan dan tag , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s