Tidak Golput di Pemilu 2014

Presiden SBY hari jumat kemarin (4 April 2014) sudah menandatangani Persetujuan untuk menetapkan tgl 9 April 2014 sebagai hari libur nasional. Sehingga diharapkan setiap pekerja bisa hadir ke TPS dan memberikan hak suaranya. Namun di saat musim kampanye ini, banyak juga orang yang menyerukan Golput. Biasanya karena mereka menilai pemerintah dan parlemen penuh korup dan tidak memiliki sifat amanah.

Memilih adalah hak, tiap orang memiliki hak yang sama untuk melakukan pilihan dan menyalurkan suaranya. Beberapa orang memiliki pendapat bahwa tidak memilih juga merupakan salah satu pilihan.

Golput atau golongan putih merupakan istilah yang populer sejak pemilu pertama era orde baru tahun 1971. Saat itu kekuasaan Orde Baru sedang kuat-kuatnya, sehingga semua orang pasti akan berangkat ke TPS untuk memilih, jika tidak datang ke TPS orang akan dituduh berbuat makar. Nah, Imam Waluyo kemudian mempopulerkan istilah Golput, atau mencoblos bagian putih di luar Gambar Partai. Sehingga mereka yang tidak suka dengan partai – partai pada pemilu saat itu tetap hadir untuk mencoblos, namun membuat surat suara tidak sah karena mencoblos di luar logo partai. Sejarah golput bisa dibaca di sini.

Saya tidak pernah golput sejak saya memiliki hak untuk memilih pada Pemilu tahun 1998. Apalagi di era keterbukaan informasi saat ini, kita dapat dengan mudah mencari profil tiap orang di social media. Tinggal membuka Google, kemudian masukkan saja keyword caleg-caleg yang akan anda pilih, maka nama-nama tersebut akan keluar di google. Beberapa website bahkan sudah menampilkan biodata dan profil caleg, sehingga kita bisa menilai bagus tidaknya caleg tersebut untuk dipilih di Pemilu yang akan dilakukan tanggal 9 April 2014.

Jika ingin memilih, pastikan dulu nama kita masuk ke dalam DPT yang diterbitkan oleh KPU. Caranya tinggal masuk ke website DPT (Daftar Pemilih Tetap) berikut ini: http://data.kpu.go.id/dptA6.php. Setelah website DPT KPU, tinggal masukkan NIK yang ada di KTP, lalu tekan tombol cari. Jika nama kita terdaftar, nama kita akan muncul disertai nomor TPS tempat kita bisa menyalurkan hak pilih.

Tampilan website Daftar Pemilih Tetap KPU

Tampilan website Daftar Pemilih Tetap KPU

Setelah nama kita masuk DPT, sekarang tinggal menentukan caleg yang akan kita pilih. Berbeda dengan pemilu-pemilu sebelumnya yang menentukan berdasarkan urutan Caleg pada tiap partai, pada Pemilu 2014 ini tiap caleg memiliki kesempatan yang sama, tidak bergantung nomor urut, tetapi berdasarkan suara terbanyak tiap caleg.

Cara menetapkan perolehan kursi Caleg terpilih adalah sebagai berikut:

  1. Berdasarkan jumlah suara partai secara nasional, Partai harus melewati ambang batas Parliamentary Threshold (PT) sebesar 3,5% suara nasional atau sekitar 3,9 juta surat suara.
  2. Partai yang tidak melewati PT, maka suara untuk calegnya dinyatakan gugur (hanya untuk perhitungan caleg DPR).
  3. Suara yang sah adalah selisih  antara surat suara seluruh parpol dikurangi suara parpol yang tidak lolos PT. Dari sini ditetapkan bilangan pembagi pemilih atau BPP (jumlah suara sah suatu dapil dibagi alokasi kursi dapil tersebut).
  4. Jika jumlah suara sama atau melebihi BPP, maka akan diperoleh sejumlah kursi, sisa suara akan diperhitungkan ditahap berikutnya
  5. Penentuan Caleg yang mendapat kursi adalah berdasarkan suara terbanyak
  6. Jika calon memiliki suara yang sama, maka dipilih yang persebaran suaranya lebih merata dengan pertimbangan keterwakilan perempuan di parlemen.

Bagaimana menentukan Caleg yang akan kita pilih?

Di era keterbukaan informasi saat ini, ada banyak website yang menampilkan profil calon legislatif. berikut ini diantaranya :

  1. website kpu: http://dct.kpu.go.id/index.php pada website ini tertulis CV yang dituliskan oleh masing-masing caleg, jadi kita bisa melihat bagaimana cara mereka mengisi formulir. Nama-nama caleg disusun berdasarkan partai peserta pemilu, Jadi kalau kita tertarik untuk memilih partai A, tinggal klik partai tersebut, kemudian tinggal pilih yang profilnya paling cocok.
  2. http://litsuscaleg2014.wordpress.com/ Penulis blog litsus caleg 2014 ini memberikan profil tiap caleg berdasarkan wilayah pemilihan.
  3. http://bersih2014.net/id/content/daftar-caleg-bersih-2014 Pada website ini tertulis daftar nama-nama caleg yang bersih menurut beberapa LSM seperti walhi, ICW, kontras.
  4. http://jariungu.com/index.php  Jariungu.com adalah Situs yang dikelola Dua Radja Net. Di web ini kita bisa memilih nama caleg langsung. Sehingga jika kita melihat nama caleg di suatu baliho, kemudian ingin tahu lebih lanjut mengenai beliau, tinggal cari di web ini.

Demikian sedikit pendapat saya mengenai Pemilu 2014, lima tahun kedepan bangsa kita, akan ditentukan oleh anggota DPR/DPRD yang akan kita pilih dalam lima menit di TPS. Semoga yang terpilih adalah yang manusia-manusia yang amanah yang dapat mengantarkan bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik.

Tangerang, 5 April 2014

Iklan

Tentang Arif

just me.. :)
Pos ini dipublikasikan di Menurut Saya, Pengetahuan dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s