Tidak Mumet saat Byar-Pet

Tulisan ini dibuat sebagai usulan saya untuk PLN dan diikutsertakan pada lomba penulisan blog dengan tema #idekuuntukPLN.

Tanggal 29 Oktober diperingati sebagai hari listrik nasional. Sebagai seorang yang pernah bekerja di industri Energi, ada beberapa hal yang masih terbersit di pikiran untuk saya sampaikan kepada PLN,  perusahaan bumn yang mengurus listrik di negara selebar jarak London – Istambul. Dalam tulisan ini saya hanya ingin mengulas sedikit soal banyaknya keluhan masyarakat terhadap PLN.

Salah satu permasalahan yang sering dikeluhkan oleh masyarakat adalah tingginya listrik padam. Sekarang, mari kita bahas penyebab listrik padam. Listrik jika diibaratkan dengan air, maka akan dapat dituliskan sebagai berikut: Pompa Airnya adalah Pembangkit listrik, Pipanya adalah Jaringan listrik dari SUTET (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi – SUTT (Saluran Udara Tegangan Tinggi) -SUTM (Saluran Udara Tegangan Menengah) hingga ke Rumah-rumah atau konsumen. Colokan kabel dan penggunaan lsitrik dapat diibaratkan sebagai keran atau tempat dimana energi listrik berubah menjadi energi lain yang dimanfaatkan konsumen.

Kenapa listrik bisa padam? Penyebab listrik padam antara lain:

  1. Kurangnya pasokan listrik, sehingga untuk mengamankan jaringan (agar tegangan listrik tidak turun hingga dibawah standard), karena kalau tegangan terlalu rendah, yang rugi konsumen juga. Kenapa tegangan bisa turun, kembali ke air seperti diperbandingan tadi. Gampangnya bisa dilihat saat berwudhu di mesjid, sumber air dari pompa air tetap, jika kita buka semua keran, maka debit air di keran-keran akan turun kan? Nah.. turunnya tegangan listrik bisa diibaratkan seperti itu.
  2. Kelebihan pasokan listrik, namun di Indonesia hal ini jarang terjadi, kalau kelebihan listrik, tegangan juga akan naik. Perbandingannya hampir sama dengan keran tadi, jika keran hanya sanggup untuk mengalirkan air dengan debit 100 liter per menit, pasti tidak akan sanggup untuk mengalirkan air dengan debit 1000 liter per menit. Jika kelebihan pasokan listrik terjadi, PLN akan memerintahkan pembangkit listrik di jaringannya untuk berhenti mengalirkan listrik. (Biasanya terjadi saat libur lebaran, dimana banyak industri libur).
  3. Listrik padam karena ada pekerjaan adanya penambahan jaringan. Kenapa harus padam jika harus menambah jaringan? Sama seperti air tadi. Kalau kita mau menyambung pipa air, tentu saja kita harus menghentikan aliran airnya terlebih dahulu, agar air tidak bocor kemana-mana.
  4. Listrik Padam karena ada gangguan pada jaringan listrik. Gangguan pada jaringan listrik ini sangat banyak. Baik karena bencana alam seperti banjir, pohon tumbang, dll. Ataupun Gangguan lisrik karena ulah manusia seperti Layang-layang yang mengenai SUTET/SUTT, pencurian listrik, dll.

Sekarang, mari kita bahas satu persatu permasalahan di atas.

1. Kekurangan pasokan listrik,

Kekurangan Pasokan listrik bisa diatasi dengan dua hal, yaitu Penambahan jumlah pembangkit listrik atau dengan cara pengurangan pemakaian listrik. Jika kita baca di RUPTL 2013-2022 (Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik) yang bisa di download di website PLN, dapat kita lihat bahwa PLN telah merencanakan berbagai jenis pembangkit dan proyeksi kebutuhan listrik untuk Indonesia hingga beberapa tahun ke depan.

Manusia bisa merencanakan namun Tuhan yang menentukan. Seperti kita ketahui, berbagai masalah timbul saat pembangunan pembangkit listrik baru. Salah satu contohnya adalah tertundanya pembangunan PLTU Batang 2×1000 MW, seperti terlihat pada berita ini.

Untuk mengatasi masalah ini PLN tidak bisa bergerak sendiri, tetapi harus melibatkan semua pihak termasuk Pemerintah. Pendekatan terhadap masyarakat dapat dilakukan dengan berbagai cara selama tidak menggunakan cara-cara kekerasan. Warga yang kehilangan tanahnya perlu diberikan kompensasi adil. Jika penolakan terhadap listrik baru karena lingkungan, maka perlu ditingkatkan pembangunan Pembangkit yang ramah lingkungan.

Hampir semua pembangkit baru memiliki persoalan pembangunan masing-masing. misalnya saja untuk membangun PLTP, alhamdulillah UUnya sudah direvisi bulan Agustus 2014 lalu.  Berdasarkan UU ini, hutan bisa dijamah untuk pembangunan PLTP. Namun untuk membangun PLTP dibutuhkan biaya yang sangat besar karena kadar sulfur yang tinggi di daerah pegunungan menyebabkan PLTP membutuhkan material khusus untuk komponen-komponennya.

Salah satu cara mengatasinya adalah dengan memperbanyak pembangunan PLTA mikro hidro, dengan Pembangit kecil ini, listrik yang dihasilkan cukup untuk memberikan cahaya hingga 200 kW, atau sekitar 200 rumah di pedesaan.

Apabila RUPTL yang sudah direncanakan dapat terwujud, saya yakin kebutuhan listrik akan terpenuhi.

Cara lain untuk mengatasi kurangnya pasokan listrik adalah dengan melakukan pengurangan pemakaian energi. Dalam hal ini diperlukan kampanye yang lebih gencar mengenai kampanye hemat energi. beberapa cara yang dapat digunakan antara lain :

  • mengkampanyekan penggunaan lampu LED, PLN dapat bekerja sama dengan produsen lampu LED untuk meminta pemerintah memberikan subsidi atau pengurangan pajak pada Lampu LED. Berdasarkan gambar di bawah ini dapat terlihat bahwa Lampu LED lebih hemat 80% dibanding bohlam biasa. Jika satu rumah mengganti 3 lampu dari bohlam biasa menjadi LED (dari 40 W menjadi 8 W), maka satu rumah bisa menghemat hingga 96 Wh per jamnya. Jika dilakukan oleh 10.000 rumah, PLN sudah mampu menghemat pemakaian sekitar 960 kWh.
http://www.pge.com/en/myhome/saveenergymoney/rebates/light/products/index.page

Perbandingan Penggunaan Lampu, sumber gambar ada di sini.

  • Kampanye penghematan energi perlu dilakukan agar masyarakat mau untuk berhemat menurut kesadaran masing-masing. Selama ini masih banyak masyarakat yang menilai listrik seperti telepon, kalau mampu bayar, maka dipakai sebesar-besarnya. Ada anggapan kalau hemat energi maka PLN rugi. Padahal hal ini sangatlah salah, listrik yang kita pakai artinya kita telah menggunakan energi, artinya ada sumber daya yang terpakai namun dalam bentuk yang berbeda.

2. Kelebihan pasokan listrik,

Untuk permasalahan nomor 2, sepertinya bukan merupakan suatu permasalahan saat ini, karena hanya terjadi saat liburan. Jikapun terjadi, PLN P3B akan memerintahkan pembangkit yang mahal untuk Reserve Shutdown.

3. Padam karena Pekerjaan pada Jaringan,

Pemadaman karena pekerjaan jaringan tidak dapat dihindari, namun yang membuat kecewa adalah tidak adanya informasi mengenai jadwal pemadaman. Sehingga kami sebagai konsumen tidak dapat mengantisipasinya.

Saat ini eranya sosial media, jika dahulu PLN menyebar selebaran untuk menginformasikan jadwal pemadaman bergilir, sekarang PLN dapat menggunakan sosial media. Apa yang dilakukan PLN dengan membuka akun twitter @pln_123 sudah bagus, namun menurut saya sangat kurang efektif.

Alangkah lebih baik jika setiap PLN Distribusi juga memiliki akun yang resmi yang berinteraksi langsung dengan konsumen di daerahnya. Beberapa wilayah sudah memiliki akun twitter, namun kita tidak bisa memastikan apakah itu akun resmi atau bukan. Sebaiknya akun-akun sosmed ini diumumkan daftarnya di web pln. kami sebagai konsumen hanya kenal @pln_123, sehingga kalau membaca linimasanya, akun @pln_123 seperti kuwalahan menjawab segala pertanyaan dari masyarakat seluruh indonesia, padahal akun ini seharusnya dapat men-cc kan saja pertayaannya ke akun PLN distribusi di wilayah yang mengalami gangguan. Karena tidak mungkin admin @pln_123 dapat mengetahui pekerjaan-pekerjaan/gangguan-gangguan yang terjadi di seluruh Indonesia.

Jadwal pemadaman juga sebaiknya dibuatkan daftar dan penyebabnya di web pln, sehingga jika listrik padam, konsumen sudah tahu kemana harus mencari informasinya.

4. Padam karena gangguan

Untuk padam karena Gangguan, dapat dikategorikan menjadi dua macam, yaitu gangguan karena peralatan (gangguan internal). Serta gangguan karena ulah orang yang tak bertaggung jawab.

Untuk gangguan karena peralatan, PLN pasti sudah memiliki suatu program untuk pemeliharaan peralatannya, manajemen PLN juga saya yakin sudah sangat profesional sehingga sudah dapat mengantisipasi dan mengganti suatu peralatan sebelum peralatan tersebut rusak sehingga menyebabkan terjadinya gangguan.

Perlu juga dilakukan pengawasan dan patroli terhadap peralatan-peralatan dan jaringan listrik yang ada. Agar masyarakat dapat melihat kesigapan petugas PLN, sehingga tidak terkesan lambat dalam mengatasi gangguan peralatan, petugas pln perlu juga untuk patroli di area tertentu, sehingga jika terjadi listrik konslet, petugas bisa segera datang.

Paling sering terjadi adalah gangguan karena adanya pengaruh eksternal. Salah satunya adalah karena layang-layang ataupun karena pohon tumbang.

Permasalahan lain yg sering dijumpai adalah maraknya pencurian listrik. Pencurian listrik tidak bisa disamakan dengan pencurian air. Karena listrik adalah energi, setiap ada pencurian, artinya ada pengaman yang dinonaktifkan. Akibatnya, banyak kita temui daerah yang terbakar karena ada orang yang tidak bertanggung jawab mencuri listrik.

Salah satu cara untuk mengatasi maraknya listrik yang bocor adalah dengan melakukan patroli atau pengawasan. Harus ada koordinasi yg baik antara PLN P3B sebagai pembeli listrik dari pembangkit dan PLN Distribusi sebagai penjual listrik ke konsumen. Jumlah listrik yang dihasilkan harus sama dengan jumlah listrik yg dijual ditambah loses.

Untuk mengatasi hal ini, pln bisa bekerja sama dengan polisi pamong praja pada daerah yang memiliki resiko serupa. Melibatkan masyarakat untuk menjaga listrik yang ada, karena listrik memang milik kita bersama untuk kesejahteraan bersama.

Semoga tulisan ini bermanfaat untuk PLN dan untuk pembaca sekalian.

Tangerang, 17 Oktober 2014

<a href=”http://akudanpln.blogdetik.com/”><img src=”http://akudanpln.blogdetik.com/files/2014/09/0a546d82bbf148c4189bf107a9ac1be0_lomba-blog-300_250.gif&#8221; width=”100%”></a>

Iklan

Tentang Arif

just me.. :)
Pos ini dipublikasikan di Berbagi, Pengetahuan dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s