Lima Jam di Bromo

Akhir Desember 2014, dapet tugas dinas ke Malang. Setelah selesai ngunjungin STTAD di Batu dan Pabrik Peluru di Turen, kami menyempatkan diri untuk mengunjungi Bromo. Kebetulan pesawatnya berangkat jam 14.40, sehingga kalau dihitung-hitung waktunya cukup untuk sekedar liat sunrise dan nengok kawah.

Berangkat dari hotel Gajah Mada di Malang jam 00.30, dengan menggunakan truk tronton milik TNI, rombongan langsung menuju Bromo lewat Lawang – Pasuruan – Belok kanan di Purwodadi dan selanjutnya saya tertidur hingga akhirnya sampai di kawasan Bromo sekitar jam 3 pagi. Saat itu terlihat bukit Pananjakan sudah cukup penuh akhirnya pak supir memarkirkan truknya di salah satu bukit. Konon namanya bukit cinta, entah benar atau tidak, yang jelas lokasinya sekitar 3 km sebelum Pananjakan.

IMGP4158

Sebelum naik ke bukit, saya sempatkan dulu untuk buang air kecil dan ambil air wudhu, karena jam masih menunjukkan pukul 3.30an. Jam 4.00, dengan menggelar sajadah di tanah, di atas bukit beberapa anggota rombongan sholat subuh. Gak lama setelah itu, semburat cahaya jingga muncul di ufuk timur. Karena musim penghujan, tidak terlihat bulatnya matahari terbit, hanya terlihat cahaya oranye di sebelah timur. Namun, indahnya Pemandangan Gunung Batok – Bromo dan Semeru tanpa bulat matahari juga sudah membuat mata tak berhenti berkedip, sulit diungkapkan dengan kata-kata.

IMGP4182

IMGP4198

IMGP4225 IMGP4232

Jam 5 pagi, saat matahari sudah mulai tinggi, kami turun ke jalan, untuk kemudian naik truk tronton menuju Kawah Bromo. Melewati jalan menurun dan penuh liku, dilanjutkan dengan padang pasir yang cukup luas, Kendaraan 4WD yang didominasi Toyota Land Cruiser atau lebih dikenal dengan Hardtop nampak berbaris rapih menyusuri jalan berpasir. Hanya motor dan hardtop yang diperbolehkan melewati Kaldera Padang Pasir Bromo.

IMGP4236

Setelah melewati Pure, Kendaraan parkir berbaris tak jauh dari Pura. Ada Parkir motor dan beberapa tenda pedagang makanan dan minuman hangat. Nampak pula toilet umum dengan tarif 2000 rupiah. Di sini adalah batas terakhir kendaraan. Setelah lewat batas ini, pengunjung harus jalan kaki atau Naik Kuda menuju Kawah Bromo. mungkin karena musim liburan, sehingga suasana jalan kaki ke puncak bromo terasa sangat penuh. Harus cukup hati-hati juga untuk tidak menginjak kotoran kuda. Setelah berjalan sekitar 1 jam hingga menuju puncak, terlihat kawah bromo yang cukup dalam. Berbeda dengan Kawah Putih Gunung Patuha, atau Kawah Ratu Tangkuban Perahu yang dasar kawahnya terlihat dari atas. Kawah Bromo terlihat seperti pipa raksasa yang dasarnya tidak terlihat. Dari atas sini kita bisa lihat padang pasir luas serta padang rumput di kejauhan.

IMGP4246 IMGP4247 IMGP4248 IMGP4277 IMGP4287 IMGP4292 IMGP4271 IMGP4267

 

IMGP4278

Jam menunjukan pukul 8, saatnya turun kembali ke Malang. Targetnya jam 12 siang sudah sampai kembali ke Malang, karena harus check in di bandara pukul 13.00. Sehingga tidak sempat untuk mengunjungi Padang Pasir Berbisik, bukit teletubbies atau Ranu Pane. Semoga di lain waktu bisa kembali ke sini bersama keluarga.

Tangerang Selatan, 7 Januari 2014

Iklan

Tentang Arif

just me.. :)
Pos ini dipublikasikan di Cerita Jalan-jalan dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s