Weekend ke Ancol

Hari buruh, 1 Mei 2015 istri ngajakin ke Ancol pagi – pagi. Katanya supaya saya gak “gebres-gebres” terus dan lebih tahan sama flu. Karena konon kabarnya menghirup udara pantai pagi hari sangat baik buat paru-paru. Jadilah kita berencana berangkat ke ancol abis subuh. Tapi rencana tinggal rencana, karena saya bangun baru bangun jam 5 pagi. Setelah beres-beres dan baru siap jalan jam 6.. hehehe.. ini mah kesiangan.. 😀

Lebih parah lagi setelah lewat JORR arah pluit, ternyata ada dua cabang setelah belok kiri. Seinget saya setelah ambil kiri, cuma ada dua cabang : yang kiri ke bandara, paling kanan ke pluit. Ternyata, karena sudah lama gak ke bandara, baru sadar karena ada jalan baru. Jadi sekarang ada tiga cabang. Kiri ke Bandara, yang tengah ke Pluit, Kanan ke Bandara juga.

Karena ambil paling kanan, akhirnya kebawa ke Bandara sampai baru bisa muter di depan terminal 3. hehehe.. Akhirnya baru sampai Ancol jam 7. udah termasuk telat, karena ternyata di pintu masuk udah rame banget. Dan salahnya saya lagi, karena kurang update berita, baru ngeh kalau ternyata diskon tiket pagi-pagi tidak berlaku saat hari libur nasional. Jadilah tetap bayar tiket normal Rp25.000 per orang + mobil Rp20.000. Total kena biaya 95.000 rupiah. Padahal kalau hari libur tiap orang cuma kena biaya 12.000 rupiah.

Begitu masuk ancol, langsung arahin mobil ke arah pantai ancol, ternyata parkiran sudah ramai. Saya baru dapat tempat parkir kosong setelah dermaga cinta. terlebih lagi saat ini sedang dibangun pantai pasir sepanjang 3,5 km, sehingga beberapa lokasi pantai ditutup. (ada kapal tongkang berisi pasir di pinggir pantai).

Setelah nurunin sepeda, langsung jalan-jalan menyusuri pantai. Tujuan pertama anak saya cuma satu : Ayunan. Enaknya ke Ancol pagi-pagi, kondisinya tidak begitu ramai, sehingga anak saya bisa leluasa bermain sepeda di sepanjang jalan di pinggir pantai ancol.

FB_IMG_1431331353556

Puas dari maen sepeda, makan di salah satu resto di sana. lalu jalan2 menyusuri dermaga cinta. Di sini saya baru tahu kalau ada beberapa nelayan yang menambatkan perahunya di bawah dermaga/jembatan, sambil jualan hasil tangkapannya. Kalau mendengar sekilas dan lihat banyak orang yang belanja, kayanya cukup murah. Yang dijual bukan hanya ikan, tapi juga termasuk kepiting dan kerang.

FB_IMG_1431331334942

Karena sudah agak panas  dan hari jumat, jadilah gak lama-lama di Ancol. Soalnya harus jumatan. Jam 8.30 sudah keluar dari Ancol.

Tangerang, 12 Mei 2015

Iklan

Tentang Arif

just me.. :)
Pos ini dipublikasikan di Cerita Jalan-jalan dan tag , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s