Mempertanyakan tulisan “Hindari Sinar Matahari Langsung” di Botol minuman Galon

Hampir semua orang di Jakarta pasti mengenal AMDK. Salah satu produk dari AMDK ini adalah dalam bentuk galon. Sekarang coba baca tulisan di Label Botol/Galon minuman tersebut, Pasti ada tulisan “Hindari Sinar Matahari Langsung”.

Salah satu pertanyaan yang sering timbul di kepala saya adalah : Kenapa banyak truk pengangkut Air Kemasan ini berbentuk terbuka? Kenapa tidak menggunakan truk yang tertutup dalam kontainer yang melindunginya dari sinar matahari langsung? Walaupun tidak semua perusahaan menggunakan truk yang terbuka, namun yang pakai truk terbuka cukup banyak.

Kenapa ditulis di Label? sementara para produsen sendiri mengirimkan botol galon dengan truk yang terbuka yang jelas-jelas terkena sinar matahari langsung? seperti lirik lagu dangdut : Kau yang berjanji kau yang mengingkari.. Dia yang bikin peraturan cara penyimpanan, tapi dia juga yang melanggar.

Coba aja googling truk pengangkut amdk, akan terlihat foto-foto truk pengangkut galon air minum yang terbuka. Atau coba berdiri di Perempatan tol Ciawi arah Sukabumi, setiap hari akan lewat ratusan truk mengangkut Air minum Galon yang terbuka.

amdk

Di Amerika sana sudah ada yang meneliti soal efek sinar matahari terhadap botol plastik, salah satu artikelnya bisa dibaca di sini: http://homeguides.sfgate.com/clear-water-bottles-safe-sun-exposure-79400.html.

Semoga ada jawaban dari yang berwenang mengenai pertanyaan saya ini… Adakah yang sudah pernah meneliti soal ada atau tidaknya perbedaan kondisi air minum sejak dari pabrik hingga sampai di rumah kita?

Tangerang, 16 Mei 2015

Iklan

Tentang Arif

just me.. :)
Pos ini dipublikasikan di Menurut Saya dan tag , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Mempertanyakan tulisan “Hindari Sinar Matahari Langsung” di Botol minuman Galon

  1. Lukmanul Hakim berkata:

    Karena galon Aqua dan merk lainnya seperti PROF, Club, Vit, dsb sudah menggunakan plastik jenis Polycarbonate yang kuat dan tahan panas (perlu suhu sangat tinggi hingga plastiknya luruh/larut ke dalam air dan menjadi zat penyebab kanker), sehingga didistribusikan dengan bak terbuka tidak masalah dan justru baik, karena memanfaatkan sinar matahari langsung yakni khususnya sinar UV dari matahari untuk mensterilkan air di dalam galon, jadi selama proses pengiriman menggunakan truk bak terbuka juga menjaga air di dalam galon tetap steril bahkan lebih steril dengan memanfaatkan sinar UV langsung dari matahari, meski di pabriknya sudah dilakukan tahap sterilisasi (biasanya pakai Ozon).

    Pemanfaatan sinar UV dari matahari ini juga yang menjadi sebab kenapa warna galon itu biru tua.

    Pemilihan bahan plastik Polycarbonate juga memudahkan proses angkut sehingga tidak perlu terlalu hati-hati, galon dibanting, digulingkan, dibenturkan, ditumpang tindihkan, dsb pun tidak pecah dan lebih tahan terhadap goresan. Dan tentu saja dikirim dengan bak terbuka memungkinkan pengiriman yang massive/banyak ke seluruh pelosok negri lebih mudah dan murah, ingat terpapar matahari langsung justru baik terhadap air di dalam galon tersebut.

    Perlakuan berbeda pada kemasan lain karena jenis plastiknya juga berbeda, yakni Polyethylene terephthalate yang tidak tahan panas, plastiknya akan larut dalam air pada suhu 80°C ditandai dengan perubahan rasa pada air yakni seperti “Rasa plastik”. Sehingga jangan dibiarkan terkena cahaya matahari langsung karena suhu air akan meningkat hingga 80°C meski tidak sampai mendidih di 95 – 100°C. Hal itu juga yang menyebabkan pengemasan dikemas lagi dalam kemasan kardus.

    Di pasaran saat ini setau saya baru Cleo yang menggunakan bahan plastik Polyethylene terephthalate untuk galonnya, sehingga warnanya clear/jernih dan BPA Free, dengan konsekuensi pengiriman harus dikirim menggunakan bak tertutup. Seperti gambar dibawah ini:

    Konsekuensi negatif akibat pengangkutan galon pada bak terbuka satu-satunya adalah kontaminasi debu, dsb. Namun hal itu bisa kita bersihkan sendiri di rumah dengan menggunakan air dan sabun hingga bersih. Bahkan galon merk Cleo yang didistribusikan dalam bak tertutup dan dilindungi dengan plastik pembungkus pun tidak 100% bebas debu, dsb, harus tetap dicuci dengan sabun jika ingin memastikan kebersihannya.

    Prosedur pencucian seluruh galon dengan air dan sabun tentu tidak disosialisasikan apalagi ditulis di galon atau kemasan tissue desinfektannya, karena bagian paling vital dari galon adalah pada leher, bahu, dan mulut galon. Sehingga wajib disterilkan menggunakan tissue yang mengandung zat desinfektan dalam hal ini alkohol. Banyak konsumen yang salah yakni hanya mengkaplikasikan tissue desinfektan pada bahu galon saja. Jika tidak ingin alkohol pada tissue tercampur pada air, diamkan sejenak setelah tissue diusapkan ke mulut dan leher galon sehingga alkoholnya akan menguap sampai kering.

    Anda, saya, dan semua konsumen yang sadar akan kondisi/konsekuensi pengiriman menggunakan bak terbuka yakni kontaminasi debu, dsb tentu secara sadar akan lebih memilih mencuci galon dengan air dan sabun sebelum dipasang ke dispenser meski tidak ada keterangan atau himbawan untuk melakukan itu kan ? 😀

    Ada cara simple untuk membersihkan seluruh galon, yakni membasahi lap kain bersih dengan air yang dicampur zat desinfektan cair yang mudah didapatkan, yakni Detol Anti Septik Cair.

    Saya tidak ada afiliasi apa pun dengan produk yang saya sebut dikomentar ini, saya hanya bantu menjelaskan, karena saya seorang blogger 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s