Kaca Tahan Peluru

Kaca tahan peluru adalah suatu bahan tembus pandang yang tidak tembus jika terkena tembakan peluru hingga kaliber tertentu (sesuai standard NIJ). Fungsinya untuk mendapatkan perlindungan dari peluru, namun tetap dapat melihat keluar. Kaca tahan peluru banyak digunakan pada kendaraan militer, bank, pesawat tempur, kereta cepat dll. Material tembus pandang namun tahan peluru ini terbuat dari rangkaian material yang disusun dan ditempelkan sedemikian rupa, sehingga mampu menghentikan peluru.

Beberapa material yang digunakan sebagai material tahan peluru antara lain:

  • Polycarbonat
  • Laminated Glass
  • ALON (Aluminium oxynitrate)

Polycarbonat

Polycarbonat adalah polimer thermoplastik (jenis polymer yang mencair jika dipanaskan atau mengeras jika didinginkan. Polimer jenis ini dapat didaur ulang, karena prosesnya reversible. Material Policarbonat memiliki sifat yang ideal untuk digunakan sebagai material tahan peluru karena memiliki kekuatan yang cukup tinggi dan transparan secara optik. Polikarbonat juga biasa disebut sebagai material yang lunak dalam kaca tahan peluru, karena kelenturannya mampu untuk mempertahankan kaca tidak pecah. Kekuatan Polycarbonate  30x lebih kuat dibanding acrylic, atau 17 kali 17x kekuatan kaca dengan ketebalan yang sama.

Kaca laminasi (laminated glass)

Laminated Glass adalah salah satu jenis kaca yang akan tetap menyatu ketika pecah. Cara pembuatannya adalah dengan menempelkan selembar polyvinyl butyral yang akan menjaga pecahan pecahan kaca tetap pada posisinya ketika kaca itu pecah.

sic

Polyvinyl butyral adalah jenis resin yang memberikan ikatan yang kuat atnara dua lapis. Polyvinyl butyral bersifat tangguh dan lentur, ketika terikat di antara dua lapis kaca, akan mencegah pecahan kaca untuk menjalar dari satu lapis ke lapis berikutnya. Hal ini menyebabkan kaca menjadi lebih kuat dan akan mempertahankan kaca dalam bentuk yang lebih besar ketika pecah. Proses ini banyak dipakai pada mobil.

Proses pembuatan

sic

Sebanyak dua atau lebih material dilapisi dan dicetak bersama pada temperatur dan tekanan tertentu untuk membentuk suatu padatan baru yang tahan peluru. Paling sering digunakan adalah material Kaca, PVB dan Polycarbonat. Tiap produsen memiliki formula dan proses yang berbeda untuk membuat kaca tahan peluru. Beberapa yang dikombinasikan adalah pada penentuan lapisan dan material.

Cara Kerja

sic

Kaca bersifat rapuh dan tidak memiliki struktur kristalin yang tersusun dengan baik, sehingga tidak seperti logam yang cenderung bengkok atau mengalami deformasi ketika menerima beban, kaca akan pecah. Namun karena sifatnya ini menjadikan kaca mampu untuk menyerap energi kinetik dari peluru dengan cara memecah dirinya. Lapisan plastik yang lunak menguatkan kaca dengan mempertahankan kaca pada tempatnya, dan membuat kaca kembali ke tempat semula setelah menerima beban impak.

Lapisan Polycarbonat dan Laminated Glass juga akan menyebarkan tekanan dari peluru keseluruh permukaan kaca. Melapisi ketiga material ini secara bertumpuk akan membuat kemampuan material menahan peluru menjadi lebih efektif, karena kaca pada bagian belakang akan pecah namun pecahannya tidak akan berhamburan karena tertahan oleh plexiglas. Hal ini menjadikan kaca dapat menahan lebih dari satu peluru.

ALON

ALON adalah salah satu senyawa Alumin, nama lengkapnya adalah Aluminium Oxynitrad, suatu padua aluminium yang dipanaskan hingga lebih dari 1500 oC dalam suatu lingkungan udara yang memiliki kandungan nitrogen. Menghasilkan material yang transparan dan memiliki struktur kristalin yang kaku sehingga memiliki kekuatan yang tinggi.

Setelah dilakukan proses polishing untuk menghilangkan kekasaran, material ALON ini akan membentuk seperti saphire, suatu batu permata yang harganya dinilai karena nilai kekerasannya dan ketahanannya terhadap gesekan/aus. ALON telah berhasil menunjukan ketahanannya sebagai material tahan peluru. Saat dilakukan uji tembak, material ALON yang digabungkan dengan bentuk sandwich dengan kaca dan laminasi polimer mampu tahan terhadap tumbukan peluru hingga kaliber .30.

Perbedaan dengan material tahan peluru yang biasa adalah bahwa ALON memiliki berat setengah lebih ringan dibanding material tahan peluru biasa.

Kaca Tahan peluru satu arah

sic

Cara pembuatannya:

Kaca tahan peluru satu arah dibuat dengan cara membuat lapisan rapuh (keras) yang dilapisi material yang fleksibel pada satu sisi. Cara lain adalah dengan cara membuat susunan : Policarbonat + Akrilik + lapisan kaca digabungkan dengan proses manufaktur yang khusus dan digabungkan dengan lem khusus.

Sisi Perlindungan

  • Saat peluru menumbuk lapisan akrilik (rapuh namun sangat kuat ketika dikompressi), akrilik akan menekan dan menguat setelah itu akan mendistribusikan energi kinetis yang diterima dari energi kinetik peluru.
  • Lapisan polycarbonate, yang memiliki sifat fleksibel akan meregang dan menghilangkan energi peluru yang tersisa tanpa adanya penetrasi ke lapisan yang lebih dalam.
  • Bekas tembakan berbentuk sarang laba-laba akan terlihat sebagai akibat penembakan, namun bagian dalamnya akan tetap halus dan tidak rusak.

Sisi Bagian Dalam

  • Material Polycarbonate akan tertekan sementara akriliknya akan meregang.
  • Peluru akan melewati bagian lunak dari lapisan polikarbonat dan menembus ke lapisan akrilik yang kekuatannya melemah karena sudah direnggangkan oleh flexibilitas dari polikarbonat.
  • Peluru akan menembus akrilik tanpa adanya pengurangan kecepatan dan pantulan.

REFERENSI :

Iklan

Tentang Arif

just me.. :)
Pos ini dipublikasikan di Pengetahuan dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s