Berkunjung ke Museum Layang – layang

Hampir semua anak indonesia mengenal lagu bermain layang – layang:

“Kuambil buluh sebatang, Kupotong sama panjang, Kuraut dan kutimbang dengan benang. Kujadikan layang-layang
Bermain bermain.. Bermain layang-layang, Berlari kubawa ke tanah lapang. Hatiku riang dan senang”

Salah satu alternatif wisata untuk anak – anak di Jakarta dan sekitarnya adalah ke Museum Layang – layang Indonesia. Terletak di Jl. H. Kamang No. 38, Pondok Labu Jakarta Selatan, berada di kawasan pemukiman. Museum ini dimiliki dan dikelola oleh swasta, berdiri sejak tahun 2003.

20160326_140608

Didirikan oleh Ibu Endang Ernawati yang mencintai hobby pada permainan layang-layang . Koleksi layang – layang yang ada di Museum berjumlah ratusan yang terdiri dari layang-layang tradisional, kreasi, olahraga & layang2 yang berasal dari mancanegara. Museum ini buka jam 9.00 – 16.00, setiap hari kecuali hari libur nasional, dengan tiket masuk sebesar 15.000 rupiah.

Untuk masuk ke lokasi tidaklah sulit. Jika dari arah toll Jorr, ambil ke arah RS Fatmawati, lalu jalan ke selatan ke arah Pondok Labu. Setelah lewat tempat – tempat berikut : Giant, Jl. Lebak Bulus I & II, Kerang Pak Rudi dan Mall/Apartemen Onebelpark. Gak jauh dari mall baru, jalan akan menanjak, lalu ada SD Pondok Labu di sebelah kanan. Lokasi Jl. H. Kamang gak jauh dari SD ini, tepatnya di sebelah kanan. Jika naik kendaraan umum, bisa naik Metro mini 610, turun di depan jalan H. Kamang.

20160326_122729

Papan Penunjuk Jalan ke Museum Layang – layang di Pintu Masuk Jalan H. Kamang, Pondok Labu

Masuk Jl. H. Kamang kira-kira 100 meter, jalannya cukup untuk dua mobil. Pada beberapa bagian malah harus berjalan bergantian jika berpaspasan. Lokasi Museum ada di sebelah kanan, pada bagan pagarnya tertulis jelas tulisan Museum Layang – layang Indonesia. Saat masuk, akan diarahkan oleh pak satpam menuju loket.

20160326_123303

Setelah membayar uang masuk sebesar 15.000 rupiah (untuk tour museum bersama guide, nonton video tentang layang – layang dan membuat /mewarnai layang-layang). Jika ingin mengerjakan aktifitas lain seperti membuat / mewarnai keramik, membatik, melukis topeng, kipas atau wayang ada biaya tambahan lagi antara 40.000 – 60.000 rupiah.

20160326_123849

Saat kami berkunjung ke sana tanggal 26 Maret 2016 lalu, kondisi pohon dan tanaman di sana sudah cukup tinggi dan rindang, jadi adeeeem bener. Saat itu datang berenam, namun hanya membayar untuk 4 orang, karena anak dibawah 3 tahun tidak dikenakan biaya.

Kegiatan pertama di museum sebenarnya adalah menyaksikan video dokumenter mengenai layang – layang di dekat pintu masuk. setelah itu dilanjutkan dengan tour melihat koleksi museum dan sejarah layang – layang di Dunia pada bangunan utama berbentuk joglo.

Fakta yang baru saya ketahui adalah bahwa ternyata yang pertama kali menerbangkan layang-layang bukan bangsa cina, melainkan bangsa Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya lukisan prasejarah pada dinding Gua Sugi Patani di Muna, Sulawesi Tenggara. Pada zaman dahulu Layang-layang diterbangkan menggunakan bahan dari Daun Kolope dan diterbangkan dengan benang dari serat nanas. Berdasarkan jejak karbon, lukisan tersebut sudah ada sejak 4000 tahun lalu, jadi jauh sebelum bangsa cina menerbangkan layang-layang yang katanya 2000 tahun lalu.

DSC_0104-Rock-Art-5-204x300

lukisan orang bermain layang-layang pada Gua di Muna, Sulteng sumber gambar dari sini

Layang – layang yang dipamerkan di museum ini ada tiga jenis sesuai kategori permainan layang-layang. Yaitu Layang – layang budaya, Layang-layang Kreasi (lomba) dua dimensi dan 3 Dimensi, serta layang-layang olah raga. Layang-layangnya cukup besar, ada yang ukurannya hingga 3 meter. Budaya layang-layang di Indonesia ternyata hampir tersebar di seluruh penjuru negeri. Tiap daerah memiliki bentuk dan bahan serta warna masing-masing. Ada layang-layang yang diterbangkan untuk memanggil tamu saat pesta pernikahan, layang-layangnya mampu mengangkat kentongan besar.

berikut ini beberapa diantara koleksi pada museum layang-layang:

20160326_125706 20160326_124226 20160326_124217 20160326_124156 20160326_124136 20160326_124118 20160326_124114

Selain koleksi dalam negeri, di dalam museum juga terdapat koleksi dari luar negeri. beberapa diantaranya dari Jepang, India, Korea, Malaysia, Thailand, Amerika Serikat, Cina Turki, dll.

61fb3e77424d5998fdf63ef4428dbe77[1]

Puas dengan keliling museum, dilanjutkan dengan aktifitas membuat layang-layang. Karena membuat layang-layang membutuhkan konsentrasi tinggi dan menggunakan peralatan gunting dan pisau untuk meraut, maka untuk anak-anak ada aktifitas mewarnai kertas bahan layang-layang. Nantinya layang-layang yang telah diwarnai akan dibentuk menjadi layang-layang (ditambahkan hiasan ekor, diberi tulang lidi/bambu serta disambungkan dengan benang). Keisha cukup senang dengan layang-layang bergambar hasil kreasinya sendiri dan berlari – lari di bawah pohon yang rindang di area museum sambil menerbangkan layang-layangnya.

20160326_132547 20160326_130550 20160326_132656 mtf_kfHQS_385.jpg

Selain bermain layang-layang, ada juga aktifitas menarik lainnya yang dapat dikerjakan di sini. Seperti membentuk / mewarnai keramik (ditunggu dua minggu untuk dilakukan proses pengeringan), membatik, melukis wayang, topeng, kipas, dll.

20160326_135244

aktifitas lain, membentuk dan mewarnai keramik

20160326_135311

Di dalam museum juga terdapat musholla yang cukup bersih. Selain itu ada toilet, toko souvenir dan tempat jual minuman. Tapi tidak ada yang jual makanan, jika ingin makan, ada warung ayam goreng di depan museum atau sebaiknya bawa makanan dari rumah.

Oh iya, di Museum ini juga sering ada kunjungan dari sekolah, sehingga jika ingin berkunjung pada hari kerja, sebaiknya telpon dulu, supaya saat datang tidak terlalu padat di dalam. Nomor telepon Museum layang layang adalah (021) 7658075  atau (021) 7505112.

website museum layang-layang indonesia : http://www.museumlayanglayang.co.id/ 

Tangerang, 28 Maret 2016

Iklan

Tentang Arif

just me.. :)
Pos ini dipublikasikan di Berbagi, Cerita Jalan-jalan, Macam - macam, Pengalaman, Review dan tag , , , , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Berkunjung ke Museum Layang – layang

  1. yudha berkata:

    Museum Layang-Layang bagus ya… MOga-moga bisa ajak anak-anak kesana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s