Ujian Masuk Program Master (S2) di UI

Melanjutkan kuliah ke S2 merupakan cita-cita banyak orang. Saat lulus S1 tahun 2004, saya tidak memiliki bayangan sama sekali untuk melanjutkan kuliah hingga S2. Keinginan untuk lanjug kuliah baru ada setelah saya menjadi Pegawai Negeri Sipil di BPPT. Sebagai PNS, sangat penting untuk melanjutkan kuliah, karena berbeda dengan karir di swasta, sisem jenjang karir di PNS masih mensyaratkan ijasah sebagai salah satu penilaian kenaikan pangkat.

Bulan April 2016, ada pengumuman mengenai beasiswa S2 dalam negeri dari kemenristek dikti. Setelah diskusi dengan beberapa rekan kerja, akhirnya saya putuskan untuk mencoba mendaftarkan diri. Persyaratan beasiswa ini kebetulan gak susah-susah banget, cuma menyertakan Sertifikat Toefl ITP minimal 450, surat keterangan dari atasan, proposal thesis dan berkas-berkas standar PNS (nilai DP3, surat cpns, surat pengangkatan pns, ijasah & transkrip S1).

Pengumpulan berkas beasiswa kemenristek dikti tahun 2016 ini berakhir awal mei, sementara pengumumannya pada bulan Juni. Penanggalan ini ternyata berlangsung bersamaan dengan pendaftaran kuliah S2 pada beberapa Universitas. Sehingga untuk ikut beasiswa ini, peserta harus sudah ikut ujian penerimaan ataupun mendaftar kampus secara paralel dengan pendaftaran beasiswanya.

Saya memutuskan untuk ikut mendaftar di UI. alasannya karena kalau kuliah di UI saya gak perlu kost, selain itu karena UI merupakan almamater saya saat kuliah S1 dulu, jadi bisa lebih cepat beradaptasi saat kuliah nanti.

Yang perlu disiapkan dalam pendaftaran UI antara lain : pas foto, ijasah & transkrip S1, sertifikat nilai Toefl, TPA bappenas dan penerimaan beasiswa (tiga syarat yang terakhir tidak wajib). Semua dokumen harus discan dalam format PDF (jpg untuk foto) untuk kemudian diupload pada form yang ada.

Setelah terdaftar, nanti bayar uang pendaftaran untuk kemudian mendapatkan kartu ujian masuk.

pendaftaran-ui

form pendaftaran

kartu-ujian

Kartu Peserta Ujian Masuk Program Master UI

Ujian Masuk

Ujian masuk dilakukan hari minggu tanggal 5 Juni 2016. Seminggu sebelum ujian berlangsung, saya sempatkan dulu untuk survey lokasi gedung dan ruangan ujian. Alhamdulillah dapat lokasi Ujian di FISIP UI, jadi gak terlalu jauh dari Stasiun UI, masih bisa dijangkau dengan jalan kaki dari Stasiun UI.

Ujian masuk UI ada dua mata ujian, yaitu TPA dan TOEFL/Bahasa Inggris. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah adanya sistem minus pada penilaiannya. Sama dengan penilaian SPMB atau UMPTN jaman saya dulu (ketauan umurnya nih :D). Jadi kalau benar dapat +4, salah -1. [tertulis pada halaman pertama buku soal] jadi pastikan baca ketentuan soal terlebih dahulu sebelum mengerjakan soal ujiannya. karena bisa saja peraturannya berubah.

Apa saja yang perlu dipersiapkan saat ujian? pastinya perlu doa yang banyak & juga banyak-banyak latihan soal. Di usia yang sudah menua ini, perlu waktu yang lebih lama untuk mengerjakan soal-soal latihan TOEFL & TPA. Awalnya saya sempat pesimis juga, karena kemampuan menghitung sudah jauh berkurang dibanding saat muda dulu. Maklum aja, di dunia kerja, udah gak pernah menghitung secara manual, karena semua perhitungan sudah ada di aplikasi/program komputer. Untuk latihan bahasa inggris, saya belajar dari latihan-latihan soal yang banyak banget di internet, tinggal googling, langsung keluar. Sambil sesekali belajar listening dari youtube untuk persiapan tes TOEFL. (terima kasih teknologi!!)

Untuk tes bahasa inggris di UI, tidak ada listening seperti di TOEFL, namun karena di beasiswa kemenristek mensyaratkan adanya toefl ITP, maka saya juga harus siapkan diri. tgl 29 Mei saya ikut test toefl di IES Senayan. infonya soal IES bisa dibaca di sini.

Alhamdulillah test TOEFL dapet nilai di atas persyaratan. Selanjutnya tinggal ujian masuk UInya. Berdasarkan pengalaman saat jaman kuliah dulu, kalau ada acara di UI, bisa dipastikan akan terjadi kemacetan yang cukup panjang di Gerbatama UI (Gerbang Utama UI). Oleh karena itu, saya putuskan untuk naik KRL menuju kampus UI. Motor saya titipkan di Stasiun Manggarai.

Karena ujian mulainya jam 7 pagi, berangkat dari rumah sebelum subuh. Untuk naik kereta jam 6.00 dari Manggarai. Alhamdulillah sampai di gedung tempat ujian jam 6.30. masih sempat untuk buka bekal sekotak makan dari istri tercinta. Benar saja, beberapa peserta ujian datang terlambat karena sempat tertahan di pintu masuk.

Soal TPA terdiri atas tiga jenis soal, dan masing -masing punya waktu tersendiri. tidak diperbolehkan untuk mengerjakan soal selain pada waktu yang ditentukan. Tiga jenis soal yaitu bahasa/verbal (Sinonim/Antonim), matematika dasar dan logika. Sementara untuk soal bahasa inggris adalah structure / grammar dan reading comprehension. Untuk contoh soal, saya sendiri sudah agak lupa, tapi ada beberapa blog yang nulis contoh soalnya kok, silahkan di browsing aja. Salah satunya di sini.

Selama ujian, sangat dilarang untuk melihat jam tangan, HP atau alat komunikasi lainnya.  Termasuk juga tempat pensil. semua perlengkapan itu harus diletakkan di depan. Dan pastikan smua dalam kondisi silent atau non aktif. Karena akan menyulitkan jika berbunyi saat ujian berlangsung. Yang boleh dibawa ke kursi ujian hanya alat tulis (ballpoin, pensil 2B, rautan dan penghapus), KTP dan kartu ujian (tidak boleh dilaminating karena akan ditanda tangani pengawas). Pengawasnya ada dua orang, salah satunya mahasiswa (berjaket kuning).

Jeda waktu antara tes TPA dan Bahasa inggris cukup singkat, cuma sempat untuk makan roti, minum & ke toilet.

Sebulan setelah ujian, waktunya pengumuman, beda dengan pengumuman umptn jaman dulu, saat ini sudah jamannya online. Tinggal buka website penerimaan.ui.ac.id. Alhamdulillah, saya lulus..

diterima-ui

alhamdulillah diterima

Namun, ternyata saya belum diijinkan untuk kuliah tahun 2016. Karena tidak lolos saat seleksi beasiswa kemenristek dikti. Akhirnya saya minta tunda kuliah 1 tahun, untuk kemudian mencari beasiswa dari instansi lain.

Tangerang Selatan, 15 Februari 2017

Iklan

Tentang Arif

just me.. :)
Pos ini dipublikasikan di Berbagi, Cerita hidup ku, Pengalaman dan tag , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

9 Balasan ke Ujian Masuk Program Master (S2) di UI

  1. nismadha berkata:

    Lah, endingnya kok begono dah?
    Jadi lu kalo dapet beasiswa taun ini, gamesti tes masuk ui nya lagi kah?

  2. nismadha berkata:

    Alhamdulillaaah … kirain…. 😄😄😄

  3. Achmad Faisal berkata:

    Saat kuliah bagaimana dengan pekerjaannya di BPPT mas?

    • Arif berkata:

      Kalau PNS, jika mendapat beasiswa. Biasanya mendapat Tugas Belajar dari instansinya. Jadi dibebas tugas dari kerjaan kantor. Ditugaskan untuk menyelesaikan kuliahnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s