Menahan Amarah dan Memaafkan

Siang tadi, seperti biasa hari kamis di minggu ketiga setiap bulannya, ada kajian dari Ust. Muhtarom di Mesjid Almuhandis Gedung Tekno 2, Puspiptek, Setu, Tangerang Selatan. Kajian rutin membahas kitab Riyadusshalihin.

Hadits yang dibahas tadi siang adalah tentang kemuliaan orang yang dapat menjaga amarah & memaafkan kesalahan orang lain, disaat memiliki hak untuk marah/kesempatan untuk membalas.

Untuk menahan amarah, dikisahkan tentang kisah Rasulullah, SAW yang mampu menahan amarah saat disakiti oleh kaum Quraisy. Salah satu cara yang dicontohkan oleh Rasulullah adalah menghindari hal-hal yang dapat membuat marah. Dikisahkan bahwa Rasulullah menghindari bertemu seseorang bernama Wahsyi karena beliau sebelum masuk islam membunuh Hamzah saat perang uhud. Rasulullah khawatir amarahnya akan timbul jika bertemu dengan Wahsyi.

Saat ini, salah satu yang membuat marah kita adalah jika kita membaca berita mengenai kelakuan-kelakuan pemimpin negeri yang banyak yang korupsi, atau kita jadi marah karena membaca berita adanya orang yang membunuh orang lain atau berzina. Untuk menghindari rasa marah, maka sebaiknya tidak usah membaca berita tersebut. karena berita tersebut termasuk ghibah/menceritakan keburukan orang lain.

Kemudian untuk memberikan maaf ketika kita memiliki kemampuan untuk membalas, dikisahkan saat penaklukan kota mekkah pada abad 8 H. Bagaimana Rasulullah memberikan maaf seluruh penghuni kota mekah, yang dahulu saat awal datangnya islam berkali-kali menghina nabi.

Saat akhir kajian ada pertanyaan.

  1. Pertanyaan, Adakah Ghibah yang diperbolehkan? jawabannya : dibolehkan menceritakan keburukan orang lain, jika keburukannya dapat merugikan orang lain. misalnya Penipu. Jika fulan suka menipu, maka diperbolehkan menceritakan keburukan si fulan yang suka menipu, agar orang lain menjadi lebih hati-hati jika berhubungan dengan si fulan.
  2. Pertanyaan kedua, Jika di jalan raya, ada orang yang menyerobot jalan kita, bolehkah kita marah? jawabannya boleh. Marah itu dibolehkan, namun jika mampu menahan amarah, tentu lebih utama.

Demikian resume kajiannya, jika ada kesalahan mohon koreksinya… semoga bermanfaat

wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Tangerang Selatan, 16 Maret 2017

Iklan

Tentang Arif

just me.. :)
Pos ini dipublikasikan di Religious dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s