Resume khotbah jumat : Tiga Dosa Besar

Resume khotbah jumat siang tadi (21/7/2017), khotib : Ust. Haryanto :
 
Ada tiga dosa besar :
1. Syirik/Menyekutukan Allah
2. Berputus Asa dari Rahmat Allah
3. Merasa aman/terhindar dari Azab Allah
 
Pembahasan:
1. Syirik termasuk dosa besar yang tidak diampuni jika tidak bertobat sebelum meninggal dunia. “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” (QS. An Nisa’: 48).
 
Syirik adalah dosa yang amat besar karena Allah sampai mengatakan bahwa Dia tidak akan mengampuninya bagi siapa yang tidak bertaubat dari dosa syirik tersebut. Sedangkan dosa di bawah syirik, maka itu masih di bawah kehendak Allah. Jika Allah kehendaki ketika ia berjumpa dengan Allah, maka bisa diampuni. Jika tidak, maka ia akan disiksa.
 
2. Berputus Asa dari Rahmat Allah termasuk dosa besar karena berarti menyepelekan Allah. Allah adalah Maha Kuasa.. Sehingga kita tidak boleh sedikitpun berputus asa dari memohon Rahmat-Nya. Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah. Jadi jangan sekali2 berputus asa..
 
Khotib kemudian mengisahkan kisah Nabi Yunus, AS yang ditimpa tiga kegelapan sekaligus (kegelapan dalam perut paus, kegelapan samudra dan kegelapan malam). Namun Nabi Yunus terus berdzikir dan tidak pernah berputus asa mengharap rahmat Allah. sehingga diselamatkan.. Jika tanpa rahmat Allah, mungkin Nabi Yunus akan tetap di dalam perut Paus hingga hari kiamat nanti.
 
Disampaikan juga kisah Nabi Zakaria. beliau belum mempunyai anak hingga usia senja. istri nabi Zakaria bahkan sudah dibilang mandul. Namun beliau tidak putus asa dari Rahmat Allah dan terus berdoa.. Seperti tertulis pada surat Maryam ayat 4-6. “Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku. Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap kerabatku sepeninggalku, sedang istriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putra, yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya’qub; dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridai”
 
Terdengar seruan dari sisi Tuhan: “Hai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan namanya”.
Nabi Zakaria as menjawab: “Ya Tuhanku, bagaimana akan ada anak bagiku, padahal istriku adalah seorang yang mandul?”
Dijawab: “Demikianlah, hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan sesungguhnya telah Aku ciptakan kamu sebelum itu, padahal kamu (di waktu itu) belum ada sama sekali”.
 
3. Merasa aman dari Azab Allah termasuk dosa besar, karena berarti juga meremehkan Allah dan tidak meyakini bahwa allah pasti membalas semua amalan (baik dan buruk). Orang yang beriman pasti menyadari bahwa setiap perbuatan dosa/maksiat pasti akan dibalas oleh Allah..
 
Orang yang beriman akan melihat dosa yang pernah dibuatnya seperti berdiri dihadapan Gunung, setiap saat bisa longsor dan menimpanya.. Namun orang yang Dzalim, yang terbiasa berbuat maksiat akan melihat dosa seperti lalat yang terbang di depannya..
 
Khotib kemudian membacakan QS. Al An’am: 44 :
“Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.”
 
Terakhir, khotib kemudian menutup khutbah dengan menganalogikan hidup ini sebagai lomba lari.. Ada 3 orang yang sedang berlomba lari :
Orang Pertama adalah orang yang hanya ikut-ikutan lari, sehingga tidak ada motivasi.. hanya menjalani saja..
 
Orang Kedua adalah Orang yang tahu bahwa di garis finish akan ada hadiah bagi sang pemenang.. sehingga dia akan berlari lebih cepat dari orang pertama
 
Sementara orang ketiga adalah orang yang tahu di garis finish ada hadiah, namun di belakangnya juga ada bahaya yang mengancam.. orang ketiga inilah yang akan berlari paling cepat..
 
Sebagai umat yang beriman, seharusnya kita memiliki sifat seperti orang ketiga.. di garis finish yakin akan adanya rahmat allah, namun di belakang ada azab allah yang siap2 “menerkam” jika kita berbuat dosa.. kita tidak tahu kapan lomba lari ini akan berakhir. Oleh karena itu, harus terus berusaha mendapatkan Rahmat Allah.. berusaha sekuat mungkin mengerjakan amalan-amalan kebaikan…
 
Demikian, semoga bermanfaat..
Tangerang, 21 Juli 2017
Iklan

Tentang Arif

just me.. :)
Pos ini dipublikasikan di Berbagi, Religious dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s