Sidang Tilang di PN Tangerang

Tanggal 2 Oktober 2015, pertama kalinya saya ikut sidang tilang. Kenapa sidang tilang? begini ceritanya. Saat mengurus pembuatan Akte Kelahiran anak, saya meminjam motor rekan saya. Kebetulan motornya Honda Vario produksi tahun 2009, tahun dimana belum ada kewajiban menyalakan lampu besar di siang hari bagi kendaraan roda dua. Sehingga belum ada Automatic Headlight On seperti motor sekarang.

Saat di persimpangan dekat RS Eka Hospital, kebetulan sedang lampu merah, Pak Polisi yang sedang menyebrang jalan tiba-tiba menghampiri. “Pak, Lampunya kok gak dinyalain?”, Selanjutnya disuruh merapat ke Pos Polisi, trus langsung dikasih surat tilang. Selama proses pemberian surat tilang ini saya pasif ajah. Langsung dapet surat tilang untuk hadir di sidang pengadilan Negeri Tangerang di Jl. Taman Pahlawan Taruna No. 7 Kota Tangerang tanggal 2 Oktober 2015 jam 9.00.

Tepat pada tanggal yang ditentukan, saya meluncur ke lokasi. Seperti dugaan saya, salah satu ciri dari Pengadilan Negeri adalah banyaknya Calo di depan pintu pengadilan, setelah parkir di depan garasi, masuk ke Halaman Gedung Pengadilan Negeri Tangerang yang ternyata sedang di Renovasi. Gedung sidang tilang ternyata ada di Bagian Kanan, setelah sampai di gedung, lanjut naik ke lantai dua.

20151002_091739

Spanduk Peringatan untuk tidak menggunakan Calo di Pengadilan Negeri Tangerang

Surat tilang langsung diserahkan ke petugas pengumpul di pintu masuk ruang sidang. Mendekati jam 9.00 ada petugas yang datang kemudian mengambil surat tilang tadi, lalu dipilah-pilah dicocokkan dengan dokumen surat tilang/bukti tilang yang ada di pengadilan. Ternyata ada beberapa orang yang bukti tilangnya (SIM/STNK) masih di Kantor Polsek. Orang-orang yang dokumennya bermasalah ini kemudian dipanggil nama-namanya dan diminta menyelesaikannya di Polsek.

Buat yang dokumennya langkap dan bisa disidang, nama-namanya kemudian dipanggil untuk sidang tilang. Alhamdulillah, nama saya kemudian dipanggil untuk menjalani sidang di urutan kelima. Tempat duduk diatur oleh petugas, diurutkan sesuai tumpukan surat tilang masing-masing.

20151002_090347

Dokumen ditumpuk di Meja Pak Hakim, Pada hari itu ada 750 peserta sidang

Pak Hakim datang, semua hadirin berdiri. Gak pakai lama, Sidang dimulai. Satu persatu dipanggil namanya, dan langsung diketok dendanya setelah bertanya kepada Pak Jaksa. Alhamdulillah cuma denda 50.000 (49.000 untuk denda tilang dan 1000 untuk biaya sidang). Ada juga yang denda 60.000 tapi yang bersangkutan karena pelanggaran menggunakan mobil. Kalau pengendara motor, rata-rata dendanya 50.000.

Jadi, gak perlu pakai calo dan waktunya cepat, jam 10an sudah kembali di kantor.

Tangerang, 16 Oktober 2015

Iklan

Tentang Arif

just me.. :)
Pos ini dipublikasikan di Berbagi, Cerita hidup ku, Pengalaman dan tag , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s