Heat Treatment pada Industri

Heat Treatment adalah proses perlakuan panas pada suatu material. Tujuannya adalah untuk mendapatkan sifat-sifat material yang diinginkan. Umumnya agar material lebih tahan aus, lebih keras, lebih tahan beban, dll.

Pada industri otomotif, proses heat treatment dilakukan untuk mengeraskan part tertentu. Misalnya pada Gear, pada shaft armature, dll. Karena proses masal, biasanya menggunakan continues furnace, ada juga yang menggunakan batch type namun dengan ukuran yang besar, sehingga sekali proses bisa menghasilkan part yang sangat banyak.

Heat treatment pada industri otomotif ada beberapa macam proses, diantaranya:

  1. Quenching – Tempering
  2. Annealing
  3. Carburizing
  4. Normalizing
  5. Nitriding
  6. dll
proses quenching tempering

Skema proses Quenching – Tempering

Pada artikel ini saya akan membahas sedikit mengenai Quenching-Tempering. Ada beberapa Faktor yang mempengaruhi proses Quenching Tempering (pada continues furnace), antara lain :

1.    Holding Time

  • Holding time berpengaruh pada jumlah panas yang diserap hingga sampai ke bagian tengah dari material.
  • Apabila holding time kurang, akan menyebabkan panas tidak merata hingga ke bagian core dari material.
  • Jika holding time terlalu lama, akan menyebabkan material mengalami overheat.

2.    Temperatur Hardening & Tempering

  • Pengaruhnya dapat dilihat pada diagram fasa
  • Semakin tinggi temperatur tempering, kekerasan yang akan dicapai akan semakin rendah.
  • Jika hasil kekerasan setelah hardening tinggi, maka temperatur tempering juga akan tinggi untuk mendapatkan kekerasan sesuai standard

3.    Agitasi oil Quenching

  • Semakin cepat pengadukan, semakin banyak gelembung udara yang dihasilkan, menyebabkan kekerasan akan semakin bervariasi

4.    Temperatur oil quenching

  • Semakin tinggi temperatur oli quenching, kekerasan semakin rendah, namun dapat menyebabkan oli terbakar.
  • Semakin rendah temperatur oli quenching, kekerasan akan semakin tinggi namun dapat menyebabkan terjadinya crack pada material, karena perubahan fasa yang sangat cepat.

5.    Atmosfer ruang bakar

  • berfungsi untuk menjaga agar kadar karbon dalam furnace tetap tinggi (berada diatas kadar karbon dalam material)
  • Karena apabila kadar karbon dalam ruang bakar lebih rendah
  • menyebabkan material mengalami dekarburisasi atau berkurangnya kadar karbon pada permukaan material karena karbon keluar ke atmosfer membentuk jelaga/scale
Iklan

Tentang Arif

just me.. :)
Pos ini dipublikasikan di Berbagi, Pengetahuan dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s