Lagu – lagu Iwan Fals yang Masih Relevan Hingga Saat ini

iwan_fals_wpap_by_adityasp-d7tqhff

Iwan Fals foto dari sini

Siapa yang tidak mengenal Iwan Fals? Semua orang yang lahir antara tahun 70an hingga 80an pasti mengenal lagu – lagu beliau. Selain lagu – lagu cinta yang tidak menye-menye seperti lagu-lagu saat ini, banyak juga lagu yang berisi kritik sosial kepada pemerintah saat itu. Lewat lagu, Iwan Fals mengkritik Orde Baru.

Namun, walaupun sudah berganti abad, ternyata masih banyak lagu dari Om Iwan Fals yang masih relevan dengan kondisi saat ini. Berikut diantaranya :

1. Surat buat wakil rakyat

“Untukmu yang duduk sambil diskusi
Untukmu yang biasa bersafari
Disana di gedung DPR

Dihati dan lidahmu kami berharap
Suara kami tolong dengar lalu sampaikan
Jangan ragu jangan takut karang menghadang
Bicaralah yang lantang jangan hanya diam

Wakil rakyat seharusnya merakyat
Jangan tidur waktu sidang soal rakyat
Wakil rakyat bukan paduan suara
Hanya tahu nyanyian lagu “setuju”

– Wakil Rakyat dari jaman dulu sampe sekarang kelakuannya ya begini..

images

sumber gambar dari sini

2. Ambulance Zig zag

“Suster cantik datang
Mau menanyakan
Dia menanyakan data si korban

Di jawab dengan
Jerit kesakitan
Suster menyarankan bayar ongkos pengobatan

Ai sungguh sayang korban tak bawa uang

Suster cantik ngotot
Lalu melotot
Dan berkata “Silahkan bapak tunggu di muka!”

– Pelayanan kesehatan masih dibedakan sesuai kondisi ekonomi pasien

3. Pesawat Tempur ku

Oh ya andaikata
Dunia tak punya tentara
Tentu tak ada perang
Yang banyak makan biaya

– Perang di timur tengah hingga kini masih terjadi.

4. Galang Rambu Anarki

“BBM naik tinggi, susu tak terbeli, orang pintar tarik subsidi, anak kami kurang gizi..”

– subsidi BBM ditarik, harga barang ikut naik. Beruntung saat ini harga minyak lagi turun…

5. Ujung Aspal Pondok Gede

“Namun sebentar lagi, angkuh tembok pabrik berdiri..  satu per satu sahabat pergi dan takkan pernah kembali… Sampai saat tanah moyangku, tersentuh sebuah rencana dari serakahnya kota.. “

– Penggusuran demi pembangunan masih terjadi di banyak wilayah, ada sisi positif, namun negatifnya juga banyak.

6. Oemar Bakri

Umar Bakri Umar Bakri
Pegawai negeri
Umar Bakri Umar Bakri
Empat puluh tahun mengabdi
Jadi guru jujur berbakti memang makan hati

Umar Bakri Umar Bakri
Banyak ciptakan menteri
Umar Bakri
Profesor dokter insinyurpun jadi
(Bikin otak orang seperti otak Habibie)
Tapi mengapa gaji guru Umar Bakri
Seperti dikebiri

– Gaji guru yang sudah diangkat sebagai PNS oleh beberapa pemda memang  sudah cukup menjanjikan, namun kondisi yang sama masih diderita oleh ribuan guru honorer.

7.  Sore tugu Pancoran

Anak sekecil itu berkelahi dengan waktu
Demi satu impian yang kerap ganggu tidurmu
Anak sekecil itu tak sempat nikmati waktu
Dipaksa pecahkan karang, lemas jarimu terkepal

– masih banyak anak jalanan yang kondisinya memprihatinkan

8. Sumbang

Setan setan politik
Kan datang mencekik
Walau dimasa paceklik
Tetap mencekik

Apakah selamanya politik itu kejam?
Apakah selamanya dia datang tuk menghantam?
Ataukah memang itu yang sudah digariskan
Menjilat, menghasut, menindas, memperkosa hak hak sewajarnya

Maling teriak maling
Sembunyi balik dinding
Pengecut lari terkencing kencing

Tikam dari belakang
Lawan lengah diterjang
Lalu sibuk (kasak kusuk) mencari kambing hitam

Selusin kepala tak berdosa
Berteriak hingga serak didalam negeri yang congkak
Lalu senang dalang tertawa
Ya ha ha

– kelakuan politikus masih aja begini

9. Kembang Pete

“Buang jauh jauh
Impian mulukmu
Sebab kita tak boleh
Bikin uang palsu

Kalau diantara kita jatuh sakit
Lebih baik tak usah ke dokter
Sebab ongkos dokter disini
Terkait di awan tinggi”

– Kembali soal pelayanan kesehatan yang masih pilih kasih

10. Jendela Kelas Satu

Dari jendela kelas yang tak ada kacanya. Dari sana pula aku mulai mengenal, Seraut wajah berisi lamunan” – hingga saat ini masih banyak gedung sekolah yang kondisinya memprihatinkan.

ruang-bangunan-sekolah-rusak-di-pakenjeng-garut

ruang-bangunan-sekolah-rusak-di-pakenjeng-garut. sumber gambar dari sini.

11. Sarjana Muda

“Engkau sarjana muda
Resah tak dapat kerja
Tak berguna ijazahmu

Empat tahun lamanya
Bergelut dengan buku
Sia sia semuanya”

kondisi saat ini angka pengangguran masih tinggi, bahkan untuk seorang sarjana.. sumber grafik dari sini.

Koran_Sindo_Nasional_2015-11-07_News_Awas,_Angka_Kemiskinan_Bisa_Naik_1

Lagu-lagu tersebut dimuat pada lagu – lagu Iwan Fals tahun 80 – 90an, namun sampai sekarang masih aja relevan. Entah sampai kapan….

Tangerang, 4 Maret 2016

Iklan

Tentang Arif

just me.. :)
Pos ini dipublikasikan di Menurut Saya dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s