Perilaku Pengendara Motor yang Menyebalkan

Sebagai sesama pengendara motor, saya terkadang bingung dengan Perilaku Pengendara motor yang bikin “ilfeel”. Banyak diantara mereka dengan sengaja dan tanpa rasa bersalah melanggar Peraturan Lalu lintas.

Berikut ini yang paling sering saya temui:

1. Berteduh di bawah fly over/under pass saat hujan

berukok wpid-wpid-poster-pengendara-motor-yang-berteduh-di-bawah-fly-over

Saat ini jas hujan terbuat dari berbagai macam bahan. Bahan yang termurah terbuat dari plastik kresek harganya hanya 10.000 rupiah di mini market. Herannya, banyak pengendara motor yang seperti kambing, takut kena air. Herannya lagi, mereka ini malas untuk memarkirkan motornya, untuk kemudian berteduh di restaurant atau di tempat yang lebih nyaman.

Pemotor jenis ini beralasan di motornya tidak ada bagasinya, padahal jas hujan dari plastik kresek itu bisa dengan mudah dimasukkan ke saku. Heran juga dengan kelakuan mereka ini. Bagaimana kalau di belakang mereka ada pasien yang harus mendapatkan pertolongan di Rumah Sakit?

2. Menggunakan Knalpot ke arah atas

knalpot

Motor – motor produksi akhir-akhir ini banyak yang bergaya Racing, namun para desainer sepertinya lupa kalau motor di Jakarta banyak dikendarai di jalan macet. Dampak dari knalpot ke arah atas adalah membuat pengendara motor di belakangnya menjadi emosi.

Rasanya mengendarai motor di belakang motor racing ke arah atas adalah seperti ditampar bolak balik. Sebelum beli motor, pastikan arah knalpot tidak ke atas, jika standardnya sudah tidak ke atas, sebaiknya tidak dimodifikasi untuk bergaya dan membuat jadi Zhalim terhadap pengendara motor di belakang.

3. Membaca HP saat mengendarai motor

Saya tidak tahu kenapa banyak pemain sirkus yang kabur dari arena sirkus dan main ke jalan raya. Selain membahayakan diri sendiri, mereka ini kadang suka berbelok tanpa kendali, saat membaca HPnya, akibatnya juga akan membahayakan pengguna lalu lintas di belakangnya.

 

4. Melawan Arus

Entah apa yang dipikirkan mereka, kalau ditanya kemungkinan jawabannya : ikutan yang di depan, biar cepat sampai, karena kalau muter jauh, dll. Pelanggaran tetaplah pelanggaran, dilakukan sendiri atau bersama-sama, tetap saja melanggar. Kecuali pada beberapa tempat yang telah ditentukan oleh petugas untuk dibolehkan melawan arus. Saya pernah sekali tidak mau mengalah saat menghadapi mereka, herannya mereka malah lebih galak, bilang saya sok taat aturan, sok suci lah. Kampr*t bener dah.

 

5. Lampu Rem Berwarna Putih

Saya gak habis pikir dengan modifikator yang mengganti warna lampunya menjadi warna bening/putih. Padahal selain melanggar UU lalu lintas, juga sangat membahayakan diri sendiri dan orang lain. Dalam salah satu materi Safety Riding/Safety Driving yang saya pernah dapatkan waktu kerja di Mitsuba, salah satu kunci keselamatan dalam mengendarai motor/mobil adalah harus terlihat dan melihat

Jika pengemudi dibelakangnya menjadi tersilaukan dan tidak melihat 1 detik saja,  bisa berakibat fatal. Saat kita mengedarai motor dengan kecepatan 50 km/jam, jika kita merem selama 1 detik saja, artinya kita kan melaju tanpa melihat sejauh : 13,9 meter. Semakin kencang kecepatan motor, maka akibatnya bisa lebih fatal. Jika 60 km/jam = 16 m/detik. Bayangkan kita mengemudi motor sejauh 16 meter tanpa melihat!

Tangerang, 31 Maret 2016

Iklan

Tentang Arif

just me.. :)
Pos ini dipublikasikan di Menurut Saya dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Perilaku Pengendara Motor yang Menyebalkan

  1. Adi berkata:

    Cocok bro, emang menyebalkan perilaku seperti itu, satu lagi bro… naek motor sambil ngobrol dengan pemotor disampingnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s